16. Perjalanan Malam Empat Hati (2)

1270 Kata

Tak tentu arah Afiq berjalan. Mencari sosok wanita yang ia khawatirkan. Terus mencari tanpa kenal lelah, akhirnya Afiq pun menemukannya. Wanita itu terlihat ketakutan, melihat sekelilingnya hilir mudik orang asing. “Salwa!” Mendengar teriakan yang terasa tak asing di pendengaran, Salwa menoleh. Tangisan Salwa pecah, begitu Afiq mendekat. Berdiri di depannya. “Afiq, aku... Aku takut... Yusuf tadi ada di sini, tapi tiba-tiba hilang. Aku pecah dari rombongan.” adu Salwa, menceritakan apa yang ia alami. “Iya, iya. Lo tenang. Jangan nangis, jangan takut lagi, kan ada gue sekarang. Jangan nangis, ya?” bujuk Afiq. Salwa menurut. Coba ia hentikan tangisannya yang memaksa untuk di keluarkan. Menangis atas kejadian ini, membuat Salwa berpikir bahwa ucapan Salsa benar. Ia memang cengeng. Wan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN