Malam sunyi, bisakah untuk sedikit berisik. Sekali ini saja ku mohon.
Agar tangisku tak ada yang mendengar.
Agar air mataku tak ada yang melihat.
Agar semua tetap terlihat baik.
Bisakah malam ini jadi malam panjang bagi kita.
Agar aku bisa melihatmu untuk terakhir.
Membawa harum parfummu untuk kucium setiap aku merindukanmu.
Dan agar senyummu mampu ku ingat disaat aku teringatmu.
Bisakah kamu sedikit lebih lama disampingku, untuk kali ini saja.
Agar hangat pelukmu menemaniku hingga aku menemukan pelukan yang lebih hangat darimu.
Agar manisnya genggaman tanganmu bisa ku ganti dengan genggaman tangan lain.
Dan agar aku bisa menerima bahwa kita memang tak lagi bersama.
Aku tak pernah berfikir, bahwa kepergianmu adalah kerapuhanku yang sebenarnya.
Pergimu adalah hal yang tak pernah aku bayangkan selama ini.
Malam kali ini, tak mampu membuatku menghilangkan segala kenangan kita.
Aku masih ingat pertama kali kita bertemu, kamu masih lucu dengan seragam yang sama denganku. Menunggu bus kota dan berkenalan. Waktu itu kamu masih kikuk dan akupun masih canggung.
Berikutnya, kita mulai berbagi dan ada debar pada jantungku setiap melihat kamu melambaikan tanganmu dan berjalan menemuiku.
Ah sayangnya, kamu hanyalah perkenalan terindah dan perpisahan terpahit dalam hidupku.
Karna pada akhirnya kamu menyadari, bahwa aku bukanlah sosok yang pantas menemanimu hingga akhir.
Aku hanya bagian cerita yang tak pernah terlihat.