"Kau adalah wanita yang sempurna. Kau cantik, lembut dan baik hati, hanya saja saat ini aku sudah menyadari isi hatiku yang sebenarnya," ucap Henry dengan tenang.
Catalina menangis terisak, lalu memeluk Henry dengan erat dan berkata, "Jika kau menganggap aku sempurna mengapa kau ingin memutuskan pertunangan kita? Kau selalu mengatakan bahwa kau mencintaiku dan akan selalu membahagiakanku. Tetapi kini apa yang kau lakukan? Kau sudah sangat menyakitiku."
Henry melepaskan pelukan Catalina sebab ia kini merasa tidak nyaman dengan pelukan Catalina. "Kau tinggal sebutkan saja kompensasi apa yang kau inginkan untuk memutuskan pertunangan kita. Aku sekarang sudah tidak mencintaimu lagi,"
Catalina terpukul dengan ucapan Henry yang kejam dan dingin. Ia tidak percaya bahwa Henry sudah tidak mencintainya lagi. Catalina yakin semua perubahan Henry disebabkan oleh Edith, Ia menyesal mengapa tidak membunuh Edith lebih awal sebelum Henry mulai jatuh cinta pada Edith. Membunuh Edith saat ini sangat sulit dilakukan sebab Stanson selalu berada disisinya ditambah Henry yang akan selalu mengawasi keadaan Edith.
"Henry, aku akan memberikan waktu untuk hubungan kita. Biarkan kita masing-masing menenangkan diri dan berpikir dengan tenang agar kita tidak menyesal dengan keputusan yang akan kita ambil," bujuk Catalina yang berusaha agar Henry menunda untuk membatalkan pertunangan.
"Baiklah, terserah kau saja," ucap Henry yang.
Catalina merasa lega dalam hati. Ia berhasil membuat Henry menunda untuk memutuskan pertunangan mereka. Kini yang perlu Catalina lakukan ialah menyusun rencana yang matang untuk menyingkirkan Edith.
"Terima kasih Henry, aku kembali ke rumah dulu. Sampai jumpa," pamit Catalina.
Begitu Catalina keluar dari gedung perusahaan Henry, ia sudah tidak menyembunyikan raut wajahnya yang licik dan kejam. Ia sudah tidak sabar ingin melenyapkan Edith. Edith adalah halangan terbesarnya untuk hidup bahagia dan bergelimang harta. Dahulu gara-gara Edith, ia tidak dapat cinta Stanson, kini ia kehilangan cinta Henry juga gara-gara Edith.
Henry yang masih tetap berada di dalam ruangannya, kini berdiri menghadap jendela besar yang memperlihatkan suasana di luar gedung. Henry harus segera mendapatkan Edith sebelum Edith dan Stanson mengadakan pesta pertunangan. Dengan segera, Henry keluar lalu menuju tempat tinggal Edith.
Kebetulan ketika Henry sampai di tempat tinggal Edith, ia berpapasan dengan Edith yang ingin berjalan ke taman. Dengan tanpa rasa malu, Henry berjalan di sebelah Edith. Edith seketika merasa sangat kesal karena Henry telah merusak suasana.
"Mau apa kau kemari? Kau tidak mungkin mencari Stanson dan kau juga tidak punya urusan denganku," ucap Edith.
"Aku ingin menemuimu, kebetulan kita berpapasan, pasti ini takdir dari Tuhan," ucap Henry sambil tersenyum.
"Tau apa kau tentang takdir Tuhan. Bukankah dulu kau bilang supaya kita tidak saling bertemu lagi. Jika kau menemuiku, kau tidak takut tunangan yang sangat kau cintai akan cemburu," ucap Edith.
"Aku sudah memutuskan pertunanganku, jadi saat ini aku pria bebas dan tidak akan ada wanita yang cemburu jika aku mendekatimu," ucap Henry.
"Hahaha itu hal paling lucu yang pernah kudengar," tawa Edith. "Aku ingat kau selalu mengatakan bahwa kau sangat mencintai tunanganmu jadi bagaimana mungkin kau memutuskan pertunangan kalian. Kau ingat kan jika demi tunanganmu, kau sampai mengorbankan bayi dalam kandunganku dan memaksaku memberikan salah satu ginjalku untuknya."
Tubuh Henry seketika membatu dan raut wajahnya menunjukkan rasa penyesalan. Sungguh kedua hal itu adalah hal yang paling Henry sesali dan ia ingin menebusnya. Kadang penyesalan memang datang terlambat tetapi bagi Henry tidak ada kata terlambat untuk menebusnya.
"Aku minta maaf," ucap Henry.
"Berkali-kali kau ucapkan maaf juga tidak akan memgembalikan bayiku dan akan aku pastikan kau dan tunangan tercintamu akan menerima balasan dariku," ucap Edith yang kini mulai dikuasai amarah.
Ingin rasanya Edith memukul dan menampar Henry tetapi ia tidak ingin tangannya ternodai. Akhirnya Edith membatalkan keinginannya untuk berjalan di taman dan kembali ke tempat tinggalnya.
Menyadari Edith yang ingin pergi, seketika Henry menarik lengan Edith dan dengan erat memeluk Edith. Henry tidak rela melepaskan Edith. Ia sangat merindukan wangi Edith yang dahulu sering diciumnya.
"Aku akan terima jika kau ingin membalasku apabila itu akan membuatmu bahagia asalkan kau bersedia kembali kepadaku dan kita dapat hidup bersama sampai tua. Untuk anak, kita nantinya akan mempunyai banyak putra dan putri yang mirip denganmu," ucap Henry berbisik di telingan Edith.
Edith berusaha melepaskan diri dari pelukan Henry tetapi sia-sia. Saat Edith ingin berteriak minta tolong, tiba-tiba Henry menciumnya dengan dalam. Edith merasakan perasaan yang familiar saat Henry menciumnya, dalam lubuk hatinya yang paling dalam sebenarnya Edith juga sangat merindukan sentuhan dan ciuman Henry.
Henry yang merasakan Edith mulai sesak nafas pun melepaskan ciumannya dan berkata dengan nada memohon, "Edith, kumohon beri aku satu kesempatan lagi untuk yang terakhir kalinya. Aku berjanji akan melindungi dan selalu membahagiakanmu."
Edith mendorong Henry sekuat tenaga dan akhirnya terlepas dari pelukan Henry kemudian berlari ke dalam rumah dan menutup pintu. Di balik pintu Edith jongkok dan berusaha menenangkan perasaannya. Edith belum pernah mendengar Henry memohon sebab ia tau bahwa Henry ialah pria yang sangat angkuh.
Di luar rumah Henry terus memandang Edith yang masuk kerumahnya dan menutup pintu. Setidaknya Henry bisa melepaskan sedikit rasa rindunya pada Edith walaupun ia sadari bahwa perjalanannya untuk mendapatkan Edith masih sangat panjang dan sulit. Henry berencana untuk kembali ke tempat tinggal Edith esok harinya untuk menemui Edith.
Di dalam rumah, Edith mendengar suara mesin mobil yang menjauh, ia tau itu adalah suara mesin mobil Henry. Ia lega akhirnya Henry pergi. Kini ia tau bahwa Catalina sudah tidak bertunangan dengan Henry yang artinya kini Catalina tidak dalam perlindungan Henry. Edith akan leluasa menghancurkan Catalina dan membalas semua yang sudah Catalina lakukan pada dirinya.
Edith mengambil handphonenya dan menelpon seseorang untuk menyelidiki kondisi perusahaan Catalina saat ini supaya Edith dapat menyusun rencana yang matang dalam menghancurkan Catalina. Edith mengetahui bahwa Catalina tidak mempunyai kemampuan apapun hanya perusahaan keluarganyalah yang selama ini mendukung dompetnya. Jika perusahaannya hancur makan Catalina akan sulit mencari uang.
"Catalina kini penderitaanmu sudah akan dimulai," batin Edith.
Ibu Hanna melihat mood Edith sangat baik tidak mengetahui apa yang sedang direncanakan Edith, Ibu Hanna berpikir mood Edith baik dikarenakan setelah berjalan di taman.
"Ibu pikir kau harus sering berjalan di taman agar moodmu bagus," ucap Ibu Hanna sambil membelai lembut rambut Edith.
"Betul bu, aku harus sering berjalan-jalan," ucap Edith.