Tidak butuh waktu lama, detektif memberikan laporan hasil penyelidikannya. Ayah Henry yang bernama Charles sangat murka mendengar hasil penyelidikan sang detektif. Ia tidak menyangka putranya telah melakukan kesalahan yang sangat fatal.
Charles tidak dapat menahan diri membanting barang yang ada di ruangan kerjanya dan seketika suara barang hancur terdengar oleh ibu Henry yang bernama Miranda. Miranda bergegas menuju ruang kerja untuk menanyakan masalah yang membuat suaminya sangat murka.
"Ya ampun Charles. Apa yang terjadi sehingga membuatmu sangat marah seperti ini?" tanya Miranda.
"Putra yang kau manjakan itu telah melakukan kesalahan yang sangat fatal. Aku tidak tahu apakah keluarga Lewis akan memaafkan kita atau tidak," jawab Charles.
"Kita bicarakan sambil duduk. Kau tarik nafas dahulu lalu ceritakan padaku apa yang Henry lakukan kepada keluarga Lewis," bujuk Miranda sambil menarik tangan Charles ke arah sofa.
Charles mengikuti Miranda duduk di sofa lalu menarik nafasnya. Setelah mulai agak tenang, Charles kemudian menceritakan hasil penyelidikan detektif kepada istrinya.
"Putramu telah menyekap putri keluarga Lewis selama satu tahun hingga hamil. Kau pasti telah mendengar putri Lewis menghilang, ternyata Henry menemukannya tanpa sengaja dan menyekapnya. Parahnya Henry menghamilinya," ucap Charles.
Miranda yang mendengar hal tersebut tiba-tiba tersenyum lebar
Ia senang Henry berhubungan dengan putri Lewis meskipun dengan cara yang salah apalagi putri Lewis hamil. Ia sangat setuju jika Henry menikah dengan putri Lewis sebab Miranda memang ingin menjadikan putri Lewis sebagai menantunya sedari dahulu.
"Kenapa kau marah, justru itu hal baik. Kita akan segera mempunyai cucu dan putri Lewis akan menjadi menantu kita," ucap Miranda dengan riang.
Wajah Charles menjadi kaku karena menahan amarahnya yang mulai muncul kembali. "Anak kesayanganmu justru membuang putri Lewis hingga ia kehilangan janin dan ginjalnya demi Catalina. Parahnya putri Lewis sampai bunuh diri, untung saja orang suruhan Stanson menemukannya sehingga nyawanya tertolong."
"Apa?!!! Tidak mungkin Henry sekejam itu. Henry tidak akan menghamili seorang wanita jika ia tidak memcintainya," jawab Miranda.
"Kau jangan terus membela anak itu. Itu adalah kenyataannya. Henry yang telah membuat calon anaknya tiada bahkan memaksa putri Lewis memberikan ginjalnya kepada Catalina," ucap Charles.
" Aku sangat mengenal putraku. Sebaiknya kita segera kembali dan berbicara dengan Henry," ucap Miranda yang kemudian meninggalkan ruang kerja suaminya untuk bersiap kembali kenegaranya.
Setibanya Charles dan Miranda tiba, mereka langsung menuju ke perusahaan untuk bertemu Henry. Mereka tidak ingin masalah ini berlarut semakin lama.
Henry yang sedang membaca dokumen, terkejut dengan kedatangan kedua orang tuanya sebab Charles dan Miranda sudah tidak pernah ke perusahaan sejak perusahaan dipegang oleh Henry.
"Ayah, ibu. Kenapa kalian kemari dan tidak beristirahat dahulu," ucap Henry.
"Kau pikir kami dapat beristirahat setelah mengetahui perbuatan jahatmu kepada putri Lewis," ucap Charles yang kini menarik kerah kemeja Henry dengan penuh amarah.
Miranda yang takut Charles hilang kendali dan memukul Henry berusaha menenangkan suaminya. "Charles, tenangkan dirimu. Baiknya kita bicara dengan kepala dingin. Kau marah pun tidak akan menyelesaikan masalah."
"Henry, apa benar kau telah menyekap dan menghamili putri Lewis bahkan kau membuatnya kehilangan janin dan ginjalnya demi wanita jalang yang bernama Catalina?" tanya Miranda.
"Benar," jawab Henry.
"Kurang ajar kau!!!! Aku tidak pernah mengajarkanmu untuk berbuat sekejam itu!" teriak Charles.
Untung saja ruangan Henry kedap suara sehingga suara teriakan Charles tidak terdengar sampai keluar.
"Apa benar kau akan menikahi Catalina?" tanya Miranda kembali.
"Dulu aku ingin menikahinya tetapi kini yang kuinginkan hanya Edith" jawab Henry.
"Ibu setuju jika kau menikahinya. Latar belakang keluarganya sangat baik dan ibu pernah melihatnya waktu ia masih anak-anak bahkan waktu itu ibu meminta Nyonya Lewis untuk.menjodohkan kalian. Apa kau tidak ingat padanya? Padahal kalian lumayan dekat waktu anak-anak," ucap Miranda.
Henry terkejut mendengar ucapan ibunya bahwa ia dan Edith telah saling mengenal. Ia tidak ingat sama sekali mengenai hal itu.
"Bahkan kau selalu mengikutinya kemanapun Edith pergi, kau bilang senyum Edith sangat manis. Saat keluarganya pindah ke negara R, kau bahkan menangis meminta ayahmu untuk ikut pindah," ucap Miranda.
Samar-samar Henry mulai ingat kepada seorang sosok anak gadis kecil yang selalu mengenakan pita pink dan senyumnya yang sangat manis. Henry memang telah melupakan anak gadis itu tetapi dibawah alam sadarnya ia selalu mencari sosok tersebut. Henry kini menyadari mengapa ia tertarik pada Catalina dan mudah melupakan perasaannya pada Catalina saat Edith muncul.
Nyatanya ia selalu mencintai Edith dari kecil. Ia tertarik pada Catalina karena secara fisik Catalina agak mirip dengan Edith dan Henry berpikir bahwa rasa tertariknya adalah cinta. Rasa penyesalan Henry semakin bertambah, andai ia menyadari perasaannya lebih awal, ia tidak akan menyakiti Edith. Bahkan mungkin kini mereka telah menikah dan bahagia menanti kelahiran anak mereka.
"Ayah tidak akan ikut campur masalahmu dengan Edith. Kau selesaikan sendiri tapi ayah harap jangan kau merusak hubungan keluarga kita dengan keluarga Lewis lebih jauh," ucap Charles.
"Bagaimana jika kita dan Henry bertemu dengan keluarga Lewis untuk meminta maaf dan melamar Edith," usul Miranda.
"Kau pikir apakah Edith akan menerima lamaran Henry setelah apa yang Henry telah lakukan padanya? Apalagi saat ini Edith kembali bersama dengan tunangannya," ucap Charles.
Miranda dan Henry setuju dengan pemikiran Charles. Edith pasti akan menolak untuk menikahi Henry. Henry juga sudah merasakan sikap Edith yang membencinya bahkan sudah beberapa kali Henry meminta maaf tetapi tidak ditanggapi sama sekali oleh Edith. Henry yakin masih ada rasa cinta dalam hati Edith untuknya hanya saja saat ini tertutupi oleh rasa sakit sakit yang teramat dalam.
"Ayah dan ibu, aku akan mengurus masalah ini dan memperbaiki kesalahanku. aku tidak akan mengecewakan kalian," janji Henry.
"Baiklah, kali ini kami akan percaya kepadamu. Ayah harap kau tidak mengecewakan kami lagi," ucap Charles.
Kedua orang tua Henry lalu meninggalkan perusahaan dan kembali kerumah mereka. Tak lama kemudian Catalina datang ke ruangan Henry untuk makan siang bersama. Henry telah memutuskan untuk mengatakan pada Catalina bahwa ia ingin membatalkan pertunangan supaya Catalina tidak terus menerus mengganggunya.
"Catalina, ada yang ingin kubicarakan. Aku rasa pertunangan kita tidak dapat dilanjutkan, sebagai kompensasi aku aku memenuhi permintaanmu," ucap Henry dengan wajah serius.
Catalina bagaikan tersambar petir saat Henry mengucapkan untuk memutuskan pertunangan mereka.
"Mengapa?" tanya Catalina, "Bukankah kau selalu mengatakan ingin menikahiku, lalu mengapa kau tiba-tiba memutuskan pertunangan kita. Jika ada pada diriku yang tidak kau sukai, kau dapat memberitahukanku dan aku akan dengan senang hati berubah demimu."
Catalina menumpahkan air mata di wajah cantiknya untuk lebih menarik simpati Henry.