Tinggal Bersama

1002 Kata
Sikap Henry terhadap Catalina kini berubah 180 derajat dan hal tersebut sangat dirasakan oleh Catalina apalagi sejak kemunculan Edith di pesta ulang tahunnya. Ia mulai takut apabila Henry membatalkan pertunangan mereka dan tidak ingin menikahinya. Catalina berencana untuk perlahan kembali menarik perhatian dan rasa cinta Henry, ia akan berusaha menampilkan dirinya sebagai calon istri yang baik untuk Henry. Selain itu, ia akan membayar wartawan untuk selalu mendokumentasikan kedekatan antara dirinya dengan Henry agar publik berpikir mereka adalah pasangan yang serasi. Dengan rencana yang sudah disusunnya, Catalina bangun pagi-pagi sekali dan meminta para pelayan untuk menyiapkan sarapan dan ia akan menyiapkan pakaian kerja untuk Henry. Henry terbangun, ia melihat saat Catalina meletakan pakaiannya di sofa dan bertanya, "apa yang kau lakukan pagi-pagi? Tidak biasanya kau bangun sepagi ini." "Aku sengaja bangun pagi untuk menyiapkan sarapan dan pakaian kerjamu. Anggap saja ini latihan sebelum aku resmi menjadi istrimu. Kau tau jika keinginan terbesarku adalah menjadi istri yang sempurna untukmu," jawab Catalina. Henry terdiam mendengar jawaban Catalina. Dulu ia memang sangat ingin menikahi Catalina, tetapi sekarang keinginan itu sudah hilang termasuk rasa cintanya. Henry sangat ingin memberitahukan perasaannya saat ini kepada Catalina tanpa harus menyakiti hatinya karena bagi Henry, Catalina adalah wanita yang sangat baik hati. Melihat Henry yang tidak ada respon. Catalina menghampiri Henry lalu memeluk dan mencium bibirnya. Henry yang tersadar dari lamunannya melepaskan pelukan Catalina dan berjalan menuju kamar mandi untuk bersiap-siap. "Aku tidak akan melepaskanmu. Selain Stanson, hanya kau pria yang pantas bersanding denganku," batin Catalina dengan peradaan kesal. Catalina dan Henry sarapan bersama. Henry sangat yakin semua masakan yang ada di atas meja adalah masakan pelayan bukan masakan Catalina. Henry sangat tau bahwa Catalina sama sekali tidak suka memasak. Selesai sarapan, Henry bergegas berangkat kerja dengan tujuan unyuk menghindari Catalina. Siang hari, Catalina datang ke perusahaan Henry untuk memberikan kejutan sekaligus makan siang bersama. Henry yang memang sangat sibuk merasa terganggu, akan tetapi ia tidak dapat mengusir Catalina. Akhirnya dengan terpaksa, ia menemani Catalina makan siang bersama di restoran italia yang terkenal. Sesampainya di restoran, tidak sengaja mereka bertemu dengan Stanson dan Edith yang juga sedang makan siang. Tanpa sadar, Henry berjalan menghampiri meja Edith. "Hi Edith, apa kabar? Bagaimana kesehatanmu? Kebetulan sekali kita bertemu disini," ucap Henry sambil tersenyum memandang Edith. Edith yang mengenakan dress pink tanpa lengan dengan rambut yang terurai memang nampak sangat cantik. Kecantikan wajahnya terlihat alami dengan riasan make up tipis dan lipgloss transparan. Penampilan Edith saat itu sangat memukau Henry. "Tidak perlu basa basi Tuan Henry, kita tidak sedekat itu untuk saling menanyakan kabar," ucap Edith dengan ketus. Henry sangat sedih melihat sikap Edith yang masih membenci dirinya. Catalina yang melihat perhatian Henry merasa sangat kesal. Ia berpikir apa bagusnya Edith sampai Stanson tergila-gila dan bahkan kini Henry pun mulai memperhatikannya. "Ehm... Halo Stanson dan Edith, ini sangat kebetulan sekali. Bagaimana jika kita makan siang bersama sekaligus bernostalgia," ucap Catalina dengan senyum palsunya. Mendengar kata "nostalgia", Henry berpikir apakah Catalina mengenal Edith sudah lama. Jika iya, mengapa saat mereka bertemu dulu, Catalina bersikap tidak mengenali Edith. " Tidak perlu," jawab Stanson. "Aku dan Edith sedang ingin menghabiskan waktu berdua saja tanpa ada yang mengganggu kami." "Tidak apa-apa Stanson, jika lain kali kau ada waktu mari kota bertemu lagi dan berbincang-bincang," ucap Catalina. Henry dan Catalina lalu menuju meja kosonh dan mulai memesan makanan mereka. Edith yang tiba-tiba kehilangan nafsu makannya karena bertemu orang yang dibencinya meminta Stanson untuk pindah restoran. Ia tidak rela harus berbagi udara di ruangan yang sama dengan Henry dan Catalina. Saat Edith keluar dari pintu restoran, ia melihat Ibu Hanna yang sangat baik pada dirinya dahulu dan kemudian memanggilnya. "Ibu Hanna... Ini aku Madeline." Ibu Hanna yang melihat Edith berdiri dalan keadaan yang baik dan cantik pun menitikan air mata bahagia. Ia sangat ingin memeluk Edith tapi takut mengotori pakaian Edith. Edith yang menyadari keinginan Ibu Hanna tanpa ragu memeluk Ibu Hanna. "Ibu Hanna, aku kangen padamu... hiks..." ucap Edith terisak. "Anakku sayang, aku senang kau masih hidup dan sehat. Aku juga kangen kepadamu. Terima kasih Tuhan telah mengabulkan doaku," ucap Ibu Hanna. "Ibu, tinggallah denganku. Aku sekarang akan merawatmu dan membuatmu bahagia," bujuk Edith. "Tapi...," jawab Ibu Hanna dengan ragu. Ia melihat seorang pria yang sangat tampan di belakang Edith. "Ibu, namaku yang sebenarnya Edith. Pria ini adalah tunanganku namanya Stanson," ucap Edith sambil menggenggam erat kedua tangan Ibu Hanna. "Salam kenal Ibu Hanna, namaku Stanson. Aku ingin mengundang Ibu Hanna tinggal bersama kami. Edith akan sangat bahagia jika Ibu mau tinggal bersama kami," ucap Stanson dengan sopan. "Kumohon..." bujuk Edith. "Baiklah sayang, Ibu akan tinggal bersama kalian. Ibu harap tidak akan merepotkan kalian sama sekali," jawab Ibu Hanna. Dengan Ibu Hanna yang kini tinggal dengan Edith, Stanson merasa Edith menjadi lebih bahagia dan hal itu sangat baik untuk kesehatannya. Ibu Hanna selalu memasakan makanan yang enak setiap saat untuk Stanson dan Edith sebagai ucapan terima kasih. "Ibu Hanna, masakanmu adalah yang terbaik bahkan koki restoran bintang lima kalah denganmu. Lihat aku sekarang bertambah gemuk," ucap Edith. "Justru aku senang kau terlihat lebih gemuk. Aku akan terus. meminta Ibu Hanna untuk terus memasakkanmu makanan yang enak terus," ucap Stanson tersenyum. "Tanpa kau minta Ibu pasti akan terus memasakkan makanan yang enak untuk kalian terutama Edith. Edith sudah seperti putri kandungku," jawab Ibu Hanna. "Kalau begitu Ibu juga harus menganggapku sebagai putramu juga," ucap Stanson yang akhirnya membuat Edith dan Ibu Hanna tertawa bahagia. di lain pihak, Henry terus tertekan dengan rasa rindunya terhadap Edith dan kehadiran Catalina yang selalu berada disampingnya ditambah berita yang mengatakan bahwa mereka akan segera menikah. Apalagi berita tersebut terdengar oleh kedua orang tua Henry dan membuat keduanya sangat marah. Mereka sangat tidak setuju jika Henry menikah dengan Catalina karena menurut mereka Catalina bukan wanita baik dan lembut. Akibat berita tersebut, kedua orang tua Henry kembali ke negaranya untuk bertemu dengan Henry. Ayah Henry menyewa detektif untuk menyelidiki kehidupan Henry setahun terakhir sebab ia mendengar dari orang suruhannya bahwa Henry sempat menyimpan seorang wanita tanpa latar belakang dan wanita tersebut hamil kemudian tewas bunuh diri.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN