Diambang Kematian

1000 Kata
Keesokannya Catalina bangun pagi-pagi sekali dengan maksud untuk bertemu Henry dan membujuk Henry untuk segera menikahinya. Catalina berdandan dengan cantik, rambutnya dibiarkan tergerai dan ia menggunakan gaun merah dengan potongan d**a yang rendah. Ia sangat percaya diri dengan penampilannya. Setibanya di villa Henry, Catalina merasa heran karena suasananya sangat sepi dan tidak terlihat mobil milik Henry yang terparkir. Catalina dengan tetap percaya diri masuk ke dalam villa. Salah seorang pelayan menghampirinya dan memberitahukan bahwa majikannya tidak pulang ke villa. Catalina merasa kesal sebab ia belum berhasil menghubungi dan menemui Henry. Di lain tempat, Henry berencana untuk kembali bertemu dengan Edith. Ia yang kini menyadari perasaannya kini bertekad untuk mendapatkan Edith kembali kesisinya dan saingan terbesarnya saat ini ialah Stanson yang memiliki aura, ketampanan, kemampuan, serta kekayaan yang seimbang dengannya. Edith yang sudah tersadar merasakan kesakitan di kepalanya. Kepalanya terasa mau pecah dan tanpa ia sadari ia berteriak sangat keras sehingga Stanson yang sedang berada di ruang tamu berlari ke kamar Edith. "Sayang, tenanglah," ucap Stanson sambil memeluk erat Edith lalu menggendongnya untuk ke rumah sakit. Kebetulan mobil yang dikendarai Stanson berpapasan dengan mobil Henry yang baru saja tiba di kediaman Stanson. Henry yang melihat Stanson meletakkan Edith ke dalam mobil segera mengikuti mobil Stanson, ia ingin mengetahui kemana Stanson akan membawa pergi Edith. Henry terkejut ternyata tujuan mobil Stanson adalah rumah sakit dan ia merasa sangat khawatir dengan kondisi Edith. Stanson yang menunggu di depan ruang pemeriksaan melihat Henry yang datang menghampirinya berkata, "Mau apa kau datang kemari? Apa kau belum puas melihat kondisi Edith saat ini?" "Ada apa dengan Edith?" tanya Henry "Ada apa katamu? Kondisi kesehatan Edith tidak akan menjadi separah ini jika sedari awal kau mengobatinya dengan baik" jawab Stanson. "Aku tidak mengerti maksudmu," jawab Henry. "Aku yakin kau mengetahui jika Edith harus segera menjalani prosedur operasi sejak lama, tetapi hal tersebut tidak kau lakukan. Kau terus menerus menyiksanya hingga ia tidak kuat dan memutuskan untuk bunuh diri. Meskipun Edith selamat dari upaya bunuh diri, ia tetap dalam kondisi yang berbahaya akibat penundaan operasi" ucap Stanson yang kini telah berhadapan dengan Henry. Aura yang kedua pria tampan tersebut keluarkan sangat kuat dan mengandung unsur permusuhan. Banyak orang yang berada disana memilih jalan memutar daripada melewati Stanson dan Henry. Dokter pun keluar dari ruang pemeriksaan dan berbicara kepada Stanson ,"Tuan Stanson, kondisi Nona Edith sementara ini telah stabil. Kita harus segera menjadwalkan operasinya, takutnya apabila kita terus menerus menundanya maka akan memperburuk kondisi Nona Edith." Stanson langsung menyetujui untuk segera dilakukan operasi. Henry yang mendengar penjelasan dokter langsung diliputi perasaan bersalah dan menyesal. Ia lalu menghubungi Adam dan memintanya agar segera menuju rumah sakit tempat Edith dirawat. Adam yang mendengar permintaan Henry segera mengendarai mobilnya dengan kecepatan sangat tinggi. Sesampainya ia di rumah sakit, ia segera bertemu dengan dokter yang merawat Edith untuk berdiskusi mengenai operasi yang akan dijalani Edith. Mereka semua sepakat bahwa operasi akan dilakukan esok hari. . . . Di ruang operasi, Adam bersama tim dokter lainnya berkonsentrasi penuh untuk menghindari kesalahan sekecil apapun. Henry dan Stanson menunggu di luar, mereka berdua hanya terdiam seolah-olah mereka sedang menunggu seorang diri. Empat jam telah berlalu tetapi belum ada tanda operasi telah selesai, setiap detik yang berlalu terasa satu tahun lamanya. Lama kelamaan mereka berdua mulai tidak tenang sama sekali. Setelah dua kemudian, seorang perawat keluar dan berlari sepanjang lorong, tak lama kemudian ia kembali dengan membawa beberapa kantong darah. Baik Henry maupun Stanson merasa panik luar biasa dan berkeringat dingin. Mereka berdua sangat ingin mendobrak masuk dan mencari tahu keadaan Edith. Salah seorang tim dokter keluar dari ruang operasi memanggil Henry dan Stanson. Ia menjelaskan bahwa Edith dalam kondisi yang berbahaya dan mereka harus mempersiapkan diri. Henry yang mendengar hal tersebut merasa marah dan mencengkram kerah sang dokter. "Aku tidak mau mendengar apapun kecuali operasi Edith berhasil!" Stanson yang sedikit lebih tenang meminta Henry agar melepaskan supaya dokter tersebut dapat kembali melakukan operasi. Keduanya sudah tidak merasakan rasa lapar dan haus, mereka hanya ingin operasi berhasil dan Edith kembali sehat. Akhirnya lampu tanda operasi telah padam dan seluruh tim dokter keluar dengan ranjang dorong Edith di belakangnya. Adam menjelaskan kepada Stanson dan Henry bahwa operasi sukses meskipun sempat terjadi kendala. Tim dokter akan terus berjaga 24 jam secara bergantian untuk memastikan kondisi Edith. Akhirnya kedua pria tampan tersebut merasa sangat lega mendengarnya dan masing-masing kini menatap Edith yang masih belum tersadar. Adam menyarankan agar keduanya beristirahat dahulu sambil menunggu Edith sadar. Kini baik Henry dan Stanson sama-sama menyewa kamar VIP di rumah sakit dan meminta asisten mereka mengantarkan pakaian serta makanan. Tepat jam 10 keesokan hatinya Edith siuman. Dokter yang berjaga segera memeriksa Edith dan setelah memastikan bahwa kondisi Edith telah stabil, ia lalu memberitahukan Henry dan Stanson. Stanson yang tiba terlebih dahulu duduk di sebelah Edith dan memegang tangan Edith sembari mengucap syukur. Selama hidupnya baru kali ini ia merasa takut. Edith mencoba tersenyum untuk menenangkan Stanson. Henry yang melihat keintiman keduanya dari depan pintu hanya bisa berdiri mematung. Keberanian dan keinginan Henry untuk bertemu Edith tiba-tiba menguap digantikan dengan rasa sakit hati. Henry menyadari bahwa ia terlalu banyak menyakiti Edith, ia ingin menebus semuanya dengan memberikan rasa cinta dan kasih sayang. Kini ia mengalah dahulu untuk menemui Edith secara langsung supaya Edith dapat berkonsentrasi untuk menyembuhkan dirinya. Kondisi Edith semakin hari semakin stabil dan ia sudah tidak sabar untuk segera kembali ke rumah. Edith sudah sangat tudak nyaman tinggal di rumah sakit, untung saja Stanson selalu menemaninya. Selain Stanson sebenarnya Henry juga selalu menemani Edith walaupun dari kejauhan dan setiap hari pula Henry selalu melihat pemandangan yang menyakitkan hatinya. Henry yakin suatu hari nanti ia yang akan berada disisi Edith. . . . Catalina semakin tidak terkontrol, hampir setiap malam Catalina selalu ke bar dan mabuk. Ia frustasi sebab hingga saat ini, ia masih belum bisa bertemu dengan Henry apalagi ia trlah mendengar kabar bahwa operasi Edith berhasil dan kini telah pulih. Hal tersebut menjadikan Catalina tidak sabar untuk menikahi Henry dan membalas Edith. Rasa iri dan dengki telah mengakar kuat dalam hati Catalina.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN