"Baiklah Henry jika itu yang kau inginkan. Aku akan menghormati keputusanmu walau itu sangat menyakiti hatiku. Mengenai kompensasi, aku ingin meminta bantuanmu untuk memindahkan bisnis perusahaanku di negara ini dan kau berinvestasi di bisnis perusahaanku," jawab Catalina.
"Oke," ucap Henry.
Henry memanggil Brandon untuk melakukan proses pemindahan bisnis dan berinvestasi. Catalina mulai tenang saat ini. Ia lalu pamit kepada Henry.
Saat Catalina keluar, Henry memanggil kembali Brandon. Ia ingin meminta Brandon dalang di balik kekacauan dalam bisnis perusahaan Catalina. Henry tau jika bisnis perusahaan Catalina tidak dalam kondisi baik tetapi hal itu tidak akan menyebabkan perusahaan akan bangkrut dalam waktu yang sangat singkat.
.
.
.
Stanson yang mendapatkan laporan jika perusahaan Catalina akan dipindahkan mulai menyelidiki siapa yang mendukung Catalina. Edith yang berada di rumah juga mendengar hal tersebut, untungnya ia tidak merasa panik sebab Edith memperoleh dukungan dari keluarganya dan Stanson.
Malam hari, Stanson memberitahukan Edith jika Henry menolong perusahaan Catalina. Edith tidak takut sama sekali dengan Henry. Mau dimanapun perusahaan Catalina beroperasi Edith pasti dapat menghancurkannya.
.
.
.
Brandon melaporkan hasil pekerjaannya pada Henry. Henry terkejut ternyata dalang dibalik hancurnya perusahaan Catalina adalah Edith. Ia bertanya dalam hati apa alasan Edith melakukan hal itu. Jika alasannya adalah dirinya, itu sangat terlalu dangkal, pasti ada alasan lainnya.
Henry meminta Brandon untuk menyelidiki lebih lanjut mengenai penyebab Edith yang menghancurkan perusahaan Catalina. Saat ini dalam pikiran Henry yang menjadi penyebabnya mungkin ialah ginjal Edith yang berada dalam diri Catalina. Jika itu benar adalah alasannya maka ia tidak akan segan melindungi Catalina sebab dirinya yang telah memaksa Edith menyerahkan ginjalnya bukan Catalina.
Beberapa hari ini Henry hanya diam tanpa melakukan tindakan apapun, ia mengawasi pergerakan Edith terhadap perusahaan Catalina. Henry tidak ingin kembali melakulan kesalahan yang nantinya akan memperburuk hubungannya dengan Edith.
Sudah lama penyelidikan yang dilakukan Brandon tidak membuahkan hasil sehingga mau tidak mau Henry menemui Stanson. Henry yakin Stanson pasti tau alasan dibalik tindakan Edith. Bukannya Henry tidak ingin bertanya pada Edith tapi Henry yakin Edith tidak akan memberitahukan alasannya.
Henry bertemu dengan Stanson di coffee shop dekat perusahaan Stanson. Saat keduanya bertemu, para pengunjung sulit untuk mengalihkan pandangannya dari Henry dan Stanson. Sangat jarang dua pria yang sangat tampan dan terkenal dudik bersama.
"Tuan Henry, ada hal penting apa yang membuatmu ingin bertemu denganku?" tanya Stanson.
"Aku tidak akan basa basi Tuan Stanson. Akuningin tau apa penyebab Edith menghancurkan perusahaan Catalina. Setauku mereka tidak saling bermusuhan," ucap Henry.
Stanson tersenyum tipis lalu berkata, "Kau benar mereka tidak bermusuhan tetapi sesungguhnya ialah Edith hanya membalas perbuatan Catalina."
"Perbuatan Catalina? Apa yang terjadi?" tanya Henry kembali.
"Aku rasa kau tidak mengenali mantan tunanganmu itu. Apa kau yakin ia wanita yang baik? Jika ia wanita yang baik dan tidak pernah berbuat jahat pada Edith tentu saja Edith tidak akan menghancurkannya," ucap Stanson.
Stanson meminum kopinya lalu kembali berkata, "Saranku jangan campuri urusan ini jikankau tidak ingin membuat Edith semakin membencimu."
Selesai mengatakan hal yang ingin dikatakannya, Stanson berdiri dan meninggalkan Henry. Henry tetap duduk selama beberapa menit kemudian keluar dari coffee shop kembali ke perusahaan.
Selama perjalanan, Henry berpikir pasti ada masalah yang lebih kompleks diantara Edith dan Catalina. Saat ini Henry hanya dapat mengikuti saran Stanson.
Edith semakin gencar menekan perusahaan Catalina. Meski sudah pindah dan memperoleh suntikan dana yang besar dari Henry tetap saja tidak mampu bertahan. Dalam hitungan beberapa bulan perusahaan Catalina kembali hampir bangkrut dan membuat Catalina kembali meminta bantuan Henry.
Henry yang sudah pernah membantu Catalina sudah tidak ingin kembali membantunya. Tanpa bantuan dari Henry, tak lama perusahaan Catalina dinyatakan bangkrut. Seluruh aset Catalina disita bank. Satu-satunya aset milik Catalina hanyalah apartemen yang pernah diberikan Henry.
Di apartemen, Catalina sudah hampir gila. Semua usahanya hancur tak bersisa gara-gara Edith. Ibu Catalina tidak terima saat mengetahui bahwa kini keluarganya telah bangkrut, kondisi mentalnya mengalami shock berat dan menjadi gila. Mau tidak mau Catalina mengirim ibunya ke rumah sakit jiwa.
.
.
.
Edith dan Stanson merayakan kebangkrutan Catalina dengan makan malam romantis di atas kapal pesiar. Edith dan Stanson berdansa dan menikmati makan malam mereka.
"Terima kasih selama ini kau selalu mencintaiku dan selalu mendukungku dalam kondisi apapun," ucap Edith sambil memeluk Stanson.
"Edith, perlu kau ketahui bahwa apapun yang terjadi aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku sudah pernah kehilanganmu dan aku tidak akan pernah mengalami hal itu kembali," ucap Stanson yang membalas pelukan Edith.
"Maaf jika aku kini tidak sempurna," ucap Edith.
"Bagiku kau sangat sempurna. Edith, bagaimana jika kita adakan pesta pertunangan kita," ajak Stanson penuh harap.
Edith setuju dengan ajak Stanson. Mereka akan mengadakan pesta pertunangan tiga bulan lagi. Tidak sabar Edith menelpon kedua orang tuanya untuk mengabarkan hal tersebut dan meminta mereka agar datang ke acara pertunangan.
.
.
.
Hubungan Adam dan Vania semakin lama semakin baik, Vania merasa ada kecocokan antara dirinya dan Adam. Semenjak Adam berkencan dengan Vania, ia sudah tidak pernah pergi ke bar dan tidur dengan wanita manapun. Henry menghormati keputusan Adam dan akhirnya Henry juga sudah tidak pernah ke bar.
Adam mengajak Vania datang ke apartemennya, ia ingin memasak makan malam untuk Vania. Vania takjub melihat apartemen Adam yang rapih karena jarang tempat tinggal seorang pria lajang nampak rapih.
Vania semakin takjub karena ternyata Adam pandai memasak. Vania menyukai masakan Adam. Saat mereka makan malam, bel apartemen Adam berbunyi. Adam lalu berdiri dari kursi dan membukakan pintu.
Adam melihat kedua orang tuanya datang mendadak. Vania yang melihat kedua orang tua Adam datang juga ikut berdiri dan mengucapkan salam.
"Selamat malam paman dan bibi. perkenalkan namaku Vania," ucap Vania dengan sopan.
"Siapa wanita cantik ini? Apa ini kekasihmu?" tanya Ibu Adam kepada putranya.
"Ayah ibu, perkenalkan Vania. Dia kekasihku," ucap Adam.
Keempatnya lalu duduk di sofa, ibu Adam terkesan dengan Vania. Ia menilai Vania adalah wanita baik dan dari keluarga terpandang. Selama pembicaraan, keluarga Adam mengetahui bahwa latar belakang keluarga Vania adalah pengusaha perhiasan yang cukup terkenal dan kedua orang tua Adam juga mengenal orang tua Vania.
Ternyata sebelumnya Vania adalah salah satu gadis yang ingin dijodohkan dengan Adam saat kencan buta. Tetapi pada saat waktu yang ditentukan keduanya tidak ada yang datang sehingga rencana perjodohan pun dilupakan oleh kedua keluarga.