Bulan, semakin bersinar di atas sana. Namun Belve tak kunjung memasuki alam mimpinya,walaupun rasa kantuk yang sudah menggerayangi sendari tadi. Belve hanya membolak-balikkan badan–nya, seolah mencari posisi yang nyaman. Sebenarnya, apa yang kurang dari kasur ini? bantal dan selimut juga sudah disediakan, oleh maid Aragon, beberapa waktu lalu. "Hmmhh," Belve menghela nafas gusar. Lalu semakin merapatkan dirinya dengan selimut yang tebal, guna membingkai diri, dari angin yang masuk. Belve, sengaja tidak mengunci jendela kamar tersebut. Alasan–nya, karena tiba-tiba Belve kadang merasakan panas di sekujur tubuhnya. Walaupun panas itu tidak berlangsung lama, tapi ini bukanlah istana Derren, dimana Belve bisa berendam menggunakan air es untuk meredakan panas–nya. "Derren...." gumam Belve tan

