Hari semakin gelap, sama halnya dengan keadaan hati Derren yang tak memiliki sinar sedikitpun. Derren sudah kembali ke Herodotus, beberapa menit yang lalu. Tentu saja langsung di sambut dengan berbagai pertanyaan, dari keluarga–nya yang bingung. Bagaimana bisa Belve pergi begitu saja? Kenapa Derren bisa kalah dari Aragon Lucifer?. Padahal, kekuatan Derren tidak sebatas itu. Jikalau Derren kalah pun, tidak akan secepat itu. "Ini membuat pikiranku kacau," gumam Derren, sambil memijat kepala–nya yang pening. Lalu membuka perban di lengan–nya, yang beberapa menit lalu di balutkan oleh para Omega. "Kita menyerah?" tanga Rodolph berusaha membuat Derren mengikuti situasi. Biasanya, saat Rodolph mengajaknya bicara. Derren akan mudah terpancing emosi, dan melakukan sesuatu dengan cepat dan akura

