Ternyata seorang yang berpakaian jubah sedari awal menggiring Indra beserta anggotanya sampai ke istana ini adalah seorang gadis. Wajah yang tadinya nampak seperti para Elf kini perlahan memudar dan terlihatlah wujud asli manusianya.
Wajah gadis itu memanglah cantik dan
terlihat energik. Ke 4 anggota yang ada di sana terpesona akan kecantikan gadis itu, namun tidak dengan Indra, dia berjalan menghampiri gadis dan memeluknya begitu saja.
Pelukan Indra membuat semua orang yang melihat adegan itu terkejut, begitu juga dengan gadis itu. Apalagi ke 4 anggota Indra tidak percaya dengan apa yang mereka lihat dan juga para Elf lainnya terheran dengan sikap pria itu.
"Apa-apaan dia!" Salah satu Elf ingin melerai pelukan Indra dengan gadis itu, namun saat Elf itu melihat kearah Sang Raja hanya dengan gelengan kepalanya saja, ia pun mengurungkan aksinya.
"Kamu baik-baik saja, 'kan?" tanya Indra dengan nada rendah.
"Iyaa ... saya baik, kok!" jawab gadis itu.
"Jangan berbohong, kalau kamu baik-baik saja ... mengapa kamu teteskan air mata tadi?!" balas Indra.
"Itu ... itu hanya ..." Gadis itu tidak bisa membendung air matanya lagi hingga ia pun menumpahkannya di pelukan Indra.
"Sekarang ada kami di sini! jangan khawatir, kita pasti akan kembali dan pulang bersama," bujuk Indra untuk menenangkan hati gadis itu.
Setelah apa yang di lihat oleh mereka semua, barulah mengerti mengapa Indra langsung memeluk gadis itu. Sang Raja Alderts sebenarnya juga melihat air matanya menetes, namun ketika Indra berjalan terlebih dulu Raja Alderts pun tersenyum.
"Ternyata pria itu sangat peka dengan perasaan seorang gadis," batin Raja Alderts.
"Siapa nama kamu?" tanya Indra sembari melepas pelukan dan menatap wajahnya.
"Fres ... Fresia," jawabnya terbata-bata sembari mengusap air mata yang masih membasahi pelipis pipinya.
"Okey Fresia, kamu memiliki kemampuan sihir?" tatap Indra dengan intens dan di balas gelengan kepala Fresia.
"Lalu bagaimana kamu bisa melakukan sihir untuk menjerat tanganku tadi?" lanjut Indra. Fresia memperlihatkan sebuah gelang sakti yang mampu memberikan kekuatan sihir kepada siapa saja yang mengenakannya termasuk dirinya.
Indra kini menoleh kearah Raja Alderts.
"Terima kasih Raja Alderts," hormat Indra di balas anggukan oleh Sang Raja.
"Kapten bagaimana dengan kami!" seru para anggotanya memperlihatkan tangan mereka yang masih terjerat oleh ilmu sihir Elf.
Sang Raja Alderts hanya menggerakkan tangan kanannya sedikit saja dengan mudahnya sihir pun seketika terlepas. Kini semua anggota Indra merasa lega sudah terlepas dari jeratan sihir para Elf.
"Sekarang apa yang akan kalian lakukan? apakah kalian mau menyelamatkan mereka yang tertangkap di sana?" tanya Raja Alderts.
"Tentu saja, kalau dengan cara halus tidak bisa menyelamatkan mereka ... maka tidak ada pilihan lain lagi selain cara kasar. Sekalipun aku harus mengorbankan nyawa!" seru Indra membuat Raja Alderts tersenyum mengejek.
"Tak akan semudah itu kau bisa masuk ke daerah kerajaan Gautham!" tegas Raja Alderts.
"Yaah kita lihat saja nanti," balas Indra.
"Dia adalah saudaraku! lebih tepatnya dia kakak kandungku. Entah kenapa dia menjadi seperti itu," terang Raja Alderts.
"Hmm ... biar ku tebak. Sebuah perselisihan diantara kalian, di tambah lagi sikap raja Gautham semakin berubah setelah terjadi insiden kemunculan iblis bahkan mengacaukan dunia kalian hingga menjadi seperti saat ini, 'kan?" Pertanyaan Indra membuat Sang Raja Alderts menatap tajam kearahnya dan melayang menghampiri Indra.
"Bagaimana bisa kau tahu tentang hal itu?" desak Sang Raja.
"Sebenarnya sebelum memasuki portal dimensi, aku sudah punya firasat bahwa ini pasti ada peran iblis lagi dan tentu saja dinding dimensi itu tidak asing lagi bagi ku," Ungkap Indra seolah portal yang terbuka itu adalah perbuatan iblis.
"Kau memang benar ... Dunia kami menjadi seperti ini karena ...."
Indra tersenyum, ia mengerti apa yang dirasakan oleh Raja Alderts dan mencoba menepuk pundaknya untuk tetap tenang agar sang Raja tidak terlalu merasa khawatir akan saudaranya raja Gautham.
"Aku juga ikut!" seru Fresia.
"Akan sangat berbahaya jika kau ikut bersamaku," jelas Indra.
Fresia merubah tubuh dan wajahnya kembali menjadi gadis Elf bahkan ingin mencoba menggunakan sihirnya kepada Indra. Namun dengan gesit Indra menghindar dari setiap sihir yang di lancarkan oleh Fresia.
"Aku tidak akan terjerat yang kedua kalinya!" Tiba-tiba saja Indra berdiri di belakang Fresia tanpa ia sadari.
Saat Fresia hendak melawan Kapten Indra, kedua tangan gadis itu di jerat dengan menggunakan tali canggih yang mampu mengikat dengan sendirinya. Hingga Fresia di lumpuhkan dan tidak bisa berkutik sama sekali ketika Indra sudah mulai serius.
Raja Alderts kagum melihat aksi Indra dalam menaklukan sihir yang digunakan oleh Fresia. Kalau saja Fresia lebih pandai menggunakan sihir di gelang itu, dia pasti mampu membuat Indra percaya dan membawanya ikut menolong teman-temannya di kerajaan Gautham.
"Kapteeeen!!!" teriak Fresia namun hanya mendapat balasan dengan lambaian tangan Indra tanpa menoleh sedikit pun kepadanya.
"Iiih menyebalkan! kenapa perempuan selalu di anggap remeh oleh pria-pria tua itu," gerutu Fresia.
Raja Alderts tersenyum tipis ketika ia mendengar gerutuan Fresia yang lagi kesal terlihat manis sekali.
"Pria tua kamu bilang? hahaha ... dia bukannya ingin meremehkanmu, tetapi pria tua itu tidak ingin direpotkan olehmu saja," jelas Raja Alderts.
"Hmm ... terserah!" rajuk Fresia, ia melepas ikatan dengan mode sihirnya.
Kini Indra sudah berada di luar istana bersama dengan para anggotanya yang berjumlah 4 orang. Mereka semua mempersiapkan diri dan Indra pun menyusun rencana meskipun harus menggunakan cara kasar agar bisa mendapatkan kembali anak-anak remaja yang tertahan di kerajaan Gautham.
"Sekarang ... perlihatkan semua kemampuan kalian padaku, prajurit!!" seru Indra di balas semangat menggebu-gebu para anggotanya.
Indra dan juga para anggotanya kini mengaktifkan sistem energi Lifestone.
"Sesuai rencana dan tunggu aba-aba ku," jelas Indra.
Dengan energi Lifestone di armornya Indra terbang melesat ke atas sana yang nampak kotanya di selimuti aura hitam. Sudah cukup jauh Indra terbang sampai di pertengahan dan melewati batasan gravitasi yang aneh. Meski begitu Indra mencoba menyesuaikan dengan gravitasi di sana.
Dari kejauhan terlihat sebuah bola api yang cukup besar mendekati posisi Indra. Awalnya Indra mengira itu adalah sebuah lampu, namun semakin dekat semakin nampak besar dan benar saja itu adalah sambutan dari kerajaan Gautham.
"Ini benar-benar pertanda mereka tidak bisa di ajak damai. Sambutan pertama yang hangat." Energi Lifestone yang berkekuatan lebih besar dari biasanya, Indra mampu menghindari bola api besar yang melesat begitu kencang dan panas.
Sesosok berjubah hitam mendekati Indra dan melancarkan serangan sihir kepadanya. Dengan kecepatan yang di miliki Indra mampu menghindar dan menyerang balik dengan sebuah tendangan keras mengenai bagian punggung sosok berjubah hitam itu.
Sang Raja Gautham memperhatikan dari dalam istana dan ia tidak menyangka elf yang diutusnya untuk menyerang terlebih dulu, justru kalah hanya dengan satu tendangan saja dari Indra. Dentuman keras berasal dari elf yang jatuh menimpa tanah halaman istana kerajaannya.
Sosok Indra dengan kostum armornya mendarat tak jauh dari elf yang terhempas tadi.
"Wah ... Wah ... sambutan yang hangat dari Sang Raja Gautham. Sepertinya kalian sudah mengenal diriku saja! Apakah ada yang menarik dari ku?" Indra berjalan sembari mendekati area istana, tetapi puluhan prajurit istana menghadangnya.