Pertarungan Dengan Tekad Kuat

2104 Kata
Puluhan prajurit istana menghadang dan bersiap ingin menyerang kearah Indra. Tanpa sebuah aba-aba dari Sang Raja, prajurit-prajurit itu langsung melancarkan serangannya berupa gelombang sihir hingga hempasan angin mengarah kepada Indra. "Kapten dalam kesusahan!" seru salah satu anggota Indra. "Tunggu!! ingat apa yang sudah di rencanakan oleh kapten Indra," cegah teman yang berada di dekatnya. Melihat kapten Indra yang berusaha untuk memasuki area istana itu, membuat beberapa anggotanya menjadi sedikit geram. Masing-masing di antara mereka menahan kesabaran sampai Fresia datang menghampiri. "Dasar prajurit bodoh! apa ini yang kalian rencanakan, hanya menonton saja sejak tadi ... dasar prajurit tidak berguna!" Ketika Fresia ingin terbang ke sana, tiba-tiba tangannya di tarik oleh salah satu prajurit elf. "Jangan merusak rencana yang sudah di buat oleh mereka. Seorang kapten yang sudah berpengalaman tidak akan salah dalam perhitungannya seperti orang itu," jelas seorang prajurit andalan kerajaan Alderts. "Ciih! coba saja anda lihat anggota pak tua itu, mereka hanya menonton saja ketika kaptennya mati-matian seorang diri di sana," ucap Fresia. "Lihatlah lebih jelas lagi ... apakah mereka terlihat tenang dan santai?" tunjuk prajurit itu. Fresia membulatkan kedua matanya dan dia tidak bisa berkata apa-apa lagi setelah melihat reaksi semua anggota Indra. Rasa ketidaksabaran dan perasaan marah yang mereka tahan demi kelancaran rencana kapten Indra. "Energi full ... Rasakan ini!!!" Indra terbang dan menembakan senjata laser dengan kekuatan penuh ke arah pijakan mereka, hingga puluhan prajurit itu berhamburan menghindari dan ada juga sebagian terkena ledakan laser yang dahsyat. Terlihat warna biru menyala dari kostum armor yang di kenakan oleh Indra, ia berjalan dengan gagah dalam kabut debu di atas puing-puing tanah yang hancur akibat tembakan laser miliknya. "Apakah masih ada yang tersisa?" tantang Indra. "Orang itu benar-benar kuat, dia mampu membereskan puluhan prajurit ku hanya seorang diri saja!" Raja Gautham tersenyum menyeringai mulai tertarik dengan gaya Indra, hingga ia pun berjalan keluar dari istananya untuk berbicara lebih dekat. Pintu gerbang istana terbuka. "Hmm ... sekarang apalagi?" Indra melihat seseorang berjalan dari kejauhan di balik pintu gerbang menuju ke arahnya. Perlahan semakin dekat dan nampak sebuah mahkota di kepala orang itu. Indra sangat yakin bahwa kali ini adalah sang Raja Gautham yang keluar untuk menghampirinya. Tubuh tinggi besar dan wajah sang Raja di luar perkiraan Indra, Raja Alderts memiliki paras yang tampan sedangkan Raja Gautham wajahnya menggambarkan aura kejahatan bahkan ukiran senyumannya membuat Indra yakin bahwa Raja Gautham adalah orang licik. "Senang bisa bertemu dengan anda yang Mulia Gautham," sapa Indra dengan hormat, namun senjata laser masih menempel di tangan kanannya. "Sepertinya kau sangat menikmatinya tadi ..." balas Raja Gautham. "Iyaah ... tentu saja, itu adalah sambutan yang paling hangat saya rasakan seumur hidup ini," ejek Indra membuat Raja Gautham tersenyum dan tertawa. "Hmm ... hahaha ... aku menyukaimu! jadilah bawahanku?!" ajak Raja Gautham dengan uluran tangannya. "Haah!!! tunggu ... tunggu dulu, saya datang kemari bukan untuk melamar jadi bawahan anda. Tapi, kedatangan saya ke sini adalah untuk menjemput anak-anak muda yang anda tahan beberapa waktu lalu," jelas Indra dengan tujuannya. "Boleh saja ... tapi ada tebusan yang harus di bayar!" ucap Raja Gautham. "Hmm ... memangnya kesalahan apa yang mereka perbuat hingga anda meminta sebuah tebusan?!" tanya Indra, dia mengerutkan dahinya tidak memahami apa yang dimaksud oleh sang Raja itu. "Kesalahannya mereka adalah ... terlalu lemah menjadi manusia," ucap Raja Gautham, dia tersenyum menyeringai bahkan nampak deretan gigi putihnya. "Heh! kami sebagai manusia memang lemah dan rapuh. Tapi ... di saat ada yang terluka maka yang lainnya pun ikut terluka. Perlu anda ingat wahai Raja Gautham ... ketika kami saling menguatkan, saling mendukung satu sama lain juga hadirnya cinta, kasih, dan sayang ... maka kami akan memiliki tekad yang kuat dan semangat pantang menyerah," jelas Indra. "Yaa yaa yaa ... berkat itulah semangat pantang menyerah dari mereka, ku ambil energi positifnya. Tapi semakin hari berlalu ... kerapuhan menjadi mutlak tak terbantahkan lagi meski merek sudah saling menguatkan. Hahaha ..." tawa Raja Gautham membuat Indra menjadi geram, ia mengepalkan kedua tangan sangat erat. "Kurang ajar!!" Indra ingin bergerak melesat mendekati Raja Gautham. Namun, langkah Indra terhenti ketika sang Raja itu menunjukan anak-anak remaja yang ingin diselamatkannya. "Kenapa berhenti, hmm? oooh ... inikah yang namanya saling merasakan sakit dan terluka?" ejek Raja Gautham lagi tersenyum menyeringai. "Dasar licik! kau gunakan mereka hanya untuk menghentikan ku ..." marah Indra sampai mengepal erat kedua tangannya. Ke empat anak remaja itu terjerat sihir milik Raja Gautham bahkan di setiap leher mereka terlihat gelang yang mencekik pernapasan mereka. Raja Gautham dengan sengaja memperlihatkan para remaja itu untuk melemahkan tekad Indra. Namun di luar dugaan sang Raja ke 4 remaja itu di bawa paksa oleh anggota-anggota Indra, begitu juga Fresia ikut serta membantu mematahkan sihir yang menjerat teman-temannya. Apa yang sudah direncanakan oleh Indra kini berhasil di jalankan. "Ternyata ras Elf yang paling bodoh ada di hadapanku sekarang," ejek Indra tersenyum tipis. "Kau ...." "Tenang saja, rahasiamu aman bersamaku," sela Indra lagi, Raja Gautham semakin marah dan ia mencoba mengeluarkan sihirnya kembali dengan cambuk hitam untuk mengejar orang-orang yang sudah terselamatkan oleh para anggota Indra dan juga Fresia. Segera Indra menembakkan senjata laser kearah Raja Gautham, namun upaya Indra tidak berhasil. Ada seorang Master sihir terkuat di kerajaan itu untuk melindungi Raja Gautham dan menjadi benteng pertahanannya. "Jangan harap kau bisa melukai yang Mulia," tegas master itu. "s**t! ada penjaganya." Indra bersiap ingin berhadapan dengan seorang master sihir. Akan tetapi perhatian Indra teralihkan kepada anggotanya yang lagi dalam masalah dengan sihir cambuk hitam milik Raja Gautham. Hingga satu persatu sang Raja kembali menjerat termasuk juga para anggota Indra dan Fresia. "Jangan lengah, manusia!" seru Master sihir dia memulai serangan pertama kearah Indra. "Kekuatan penuh ... aktifkan!" murka Indra dengan suara pelan, namun begitu terasa aura kemarahannya. Serangan Master sihir hampir mengenai Indra, namun secara mengejutkan sihir yang seharusnya tepat mengenai Indra kini bukan apa-apa lagi di hadapan dirinya. Ekspresi wajah Indra benar-benar marah dan tak bisa di hentikan lagi sekalipun dengan seorang master sihir. "Sebaiknya kau beristirahat saja pak tua," ucap Indra dingin dan mengerikan. Sang Master sihir dia terkejut dan membulatkan kedua matanya ketika sosok pria yang di incarnya tadi malah berdiri di sampingnya begitu saja tanpa dia sadari. Hingga pukulan telak mengenai wajah sang Master sihir dan terhempas ke sebuah dinding kerajaan di sana sampai hancur hanya dengan sekali serangan saja dari kapten Indra. "Buahahahaha ... ini benar-benar ...." Dengan sangat cepat Indra mendaratkan pukulannya telak mengenai pipi Raja Gautham. Namun serangan itu tidak berpengaruh kepada sang Raja, dia menggunakan mode sihir dengan cepat hingga mampu menahan serangan kuat dari Indra. "Kau benar-benar luar biasa, seorang kapten dengan nafsu bertarungnya." Raja Gautham tersenyum lebar seolah dia bertemu dengan orang yang bisa membuatnya terhibur. Indra pun menjaga jarak, dia menjadi waspada dengan sihir hitam milik Raja itu. Meski Indra sudah mengaktifkan mode kekuatan penuh pada kostum armor, tapi di hadapan Raja Gautham tidak ada apa-apanya. "Kemarilah dan kita nikmati pertarungan antar manusia melawan Raja elf di dunia paralel ini! buahahaha ...." "Ciih! apakah kostum dan kekuatan ini tidak bisa menandingi kekuatan sihir miliknya?" batin Indra. "Tunggu apalagi si Baja Biru ... jangan bilang gelar itu hanyalah bohong belaka," tawa Raja Gautham. "Darimana kau tahu tentang gelar itu?" tanya Indra sembari masih menjaga jarak dengan Raja itu. Indra dengan sengaja mengulur waktu dan memberikan isyarat kepada Fresia, dia tahu bahwa gadis itu mampu melepaskan dirinya dari jeratan sihir hitam milik Gautham. Tanpa sepengetahuan Raja Gautham, sihir hitam bisa di patahkannya dan berhasil lolos bersama kawan-kawan dan anggota Indra. "Kapten, kami sudah berhasil menyebrang ke kerajaan Alderts," ucap salah satu anggotanya. Indra tersenyum lebar membuat sang Raja yang ada di hadapannya mengerutkan dahi hingga ia pun baru menyadari bahwa orang-orang yang tadinya dalam genggaman sihir hitam miliknya, kini sudah tidak ada lagi dan lolos sampai ke kerajaan Alderts saudaranya. "Sungguh pahlawan yang hebat. Rela mengorbankan dirinya demi bisa menyelamatkan yang lain," puji Raja Gautham kepada kapten Indra. Raja Gautham menggunakan sihirnya untuk menyelimuti ke kerajaan miliknya agar Indra tidak bisa lolos begitu saja dari hadapannya kali ini. Terlihat sebuah sihir tebal dan hitam di sekeliling kerajaan Gautham agar dari dalam tidak bisa keluar begitu juga yang dari luar tidak mudah masuk ke dalam kerajaan untuk membantu kapten Indra. "Aku bukanlah pahlawan ... tetapi aku adalah kapten Indra "Si Baja Biru", ingat itu baik-baik," ucap Indra sembari dirinya bersiap dalam posisi bertarungnya. "Ayoo ... kita mulai!" serang Raja Gautham memulai dengan gelombang sihir yang cukup dahsyat diarahkannya kepada Indra. Indra langsung mengeluarkan senjata andalannya yaitu pedang ganda, namun kali ini pedangnya terlihat berbeda dari sebelumnya dengan tampilan yang lebih menantang. Pria itu maju tanpa ada keraguan sama sekali dalam dirinya, hingga ia melompat tinggi dan berputar salto sembari kedua pedangnya siap membelah gelombang sihir dari sang Raja itu. "Hiiaaaaaah ..." teriak Indra dengan semangat bertarungnya. "Kau pikir hanya sebatas itu kemampuanku ..." Raja Gautham menggunakan sihirnya untuk mengendalikan bongkahan tanah yang ada disekitarnya. Bongkahan tanah yang di bentuk seperti tombak runcing berjumlah ratusan dan mengarahkan serangannya kepada Indra. Dalam posisi bertarung Indra siap menghadang dan menangkis sembari dia berlari ingin mendekati Raja Gautham. Hingga tak kehabisan akal sang Raja mengangkat tanah yang di pijak oleh Indra. Serangan beruntun masih di kerahkan dari segala arah. Gerakan gesit dari sang Kapten dia melompat dari satu pijakan ke pijakan lainnya dengan cepat dan akurat untuk semakin mendekati Raja yang berdiri di sana. "Terlalu banyak yang harus ku lewati. Kalau seperti ini semakin lama menggunakan mode maksimal, tubuhku ... aaah! sekarang bukan waktunya memikirkan hal itu," gumam batin Indra. Hingga sebuah tanah yang membentuk persegi sangat besar menghantam ke arah Indra, ia tidak sempat lagi menghindar namun masih bisa menahan meski tubuhnya mendapat dorongan sangat keras dan menghempasnya ke dasar tanah. "Sepertinya kau sudah mulai kelelahan, Kapten," tawa Raja Gautham. Sesuatu yang bersinar terang dan membelah bongkahan tanah persegi itu hingga hancur berkeping-keping. Meski terlihat jauh dari kerajaan Alderts, para anggota Indra mampu melihat aksi Kaptennya di sana yang gagah berani masih bertahan meski hanya seorang diri saja bertarung melawan Raja Gautham. "Tuanku yang Mulia, apakah kita tidak membantu orang itu?" tanya seorang ahli sihir kepada Raja Alderts. "Ini adalah misi mereka dan kita tidak berhak untuk ikut campur dalam pertarungan itu. Kita hanya bisa membantu seperti ini saja," ucap Raja Alderts. Dia yakin akan apa yang di lakukan oleh pria itu karena ini adalah pinta Indra sendiri agar dirinya tidak usah ikut campur dalam masalahnya. Sebisa mungkin Indra mencoba mendekati Raja Gautham, namun masih saja tidak bisa karena serangan sihir hitam tersebut justru semakin beruntun dan mengerikan. Hingga beberapa kali pukulan telak mengenai Indra dan bahkan tenaganya sudah di ambang batas kelelahan. "s**t! begitu sulit hanya untuk mendekatinya saja. Apalagi yang dia keluarkan itu ...." Sebuah energi hitam berkumpul di satu titik hingga energi itu semakin lama semakin membesar dan membentuk energi bola hitam yang sangat besar. Ilmu sihir hitam milik Raja Gautham seolah tidak memilki batasan apapun. Indra melepas pelindung kepalanya dan dia tersenyum puas dengan persiapan pedang gandanya digabungkan berkekuatan maksimal sampai pedangnya pun memanjang bersiap untuk melawan energi bola hitam tersebut. "Ini adalah pertarungan gila!" Indra sudah berada di ambang batasnya, namun dia justru tersenyum lebar sampai deretan gigi putihnya terlihat. "Apa-apaan kekuatan sihir itu." Semua ras elf terperangah menyaksikan kekuatan yang dahsyat dari sihir hitam milik Raja Gautham. Bahkan pancaran tenaganya menembus sampai ke kerajaan Alderts. "Hanya untuk mengalahkan seorang manusia saja, kau sampai mengeluarkan kekuatan penuh seperti itu, saudaraku!" gumam batin Raja Alderts. Dia tidak menyangka bahwa seorang kapten Indra sampai bisa mendesak saudaranya mengeluarkan sihir dahsyat itu. "Hahaha ... kau sungguh beruntung manusia!" ucap Raja Gautham terlihat puas dengan pertarungan melawan Indra. "Yaah ... saking beruntungnya aku mendapatkan hadiah yang sangat besar," balas Indra, dia pun bersiap dengan genggaman erat pada pedang dengan kekuatan penuhnya. "Bersiaplah manusiaaaa!!!" teriak Raja Gautham. Kencangnya hembusan angin menerpa kearah Indra, dengan segala keberanian dan tekad pantang menyerah Indra berlari mendekati energi bola hitam itu dan melompat keatas untuk menghancurkan kekuatan penuh dari sang Raja. Pedang ganda yang sudah di gabungkan kini wujud pedang yang di pegang Indra memanjang dan membesar bahkan sinarnya pun begitu terang. Indra menghunuskan pedangnya kearah bola hitam itu dengan sekuat tenaga ia menahan kekuatan sihir milik Raja Gautham. Gesekan antara kekuatan pedang dalam bentuk maksimal melawan energi bola hitam berkekuatan dahsyat. Sampai-sampai kostum armor Indra tidak bisa menahan dan mengalami kerusakan karena energi sihir itu sangat kuat. Indra dalam kesulitan ketika pedang yang menjadi andalan terakhirnya kini melemah dan kekuatannya pun memudar, hingga mengharuskan Indra mundur. "Haha ..." tawa Indra sembari melihat sisa energi Lifestone pada senjata laser miliknya dan menembakan kearah bola hitam itu, namun tidak berpengaruh sama sekali. "Selamat ting ...." "Aku dataaaaang!!" sela Rocky dengan teriakan, dia keluar dari portal dinding dimensi di detik-detik genting.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN