Siang yang terik membuat halaman parkir kampus yang tidak terlalu rimbun terlihat l bbengang. Penghuni kampus yang terpaksa harus beraktifitas siang ini banyak yang memilih menyisir keteduhan diantara pohon pohon yang belum besar benar. Beginilah kalau harus menempati kampus baru.
Roni memarkir mobilnya disamping mobil Roni tanpa mematikan mesinnya. Ditatapnya gadia gadis yang lalu lalang dibawah payung yang mereka kembangkan untuk menahan teriknya matahari.
" Dewi. "
Dewi batal membuka pintu " Ngapain kamua disini ?"
" Mau menjemputmu. "
" Aku sudah bawa mobil. "
" Aku kirim pesan gak kamu balas, ayo makan siang. Kakak kakakku datang hari ini. "
Dewi melirik Ito yang berdiri disampingnya tanpa suara , " Aku banyak kerjaan. Makan siang aja sama kakak kakakmu, kan waktumu luang. " dibukanya pintu tanpa menunggu jawaban Roni , " Ayo To. " dilemparkannya kunci.
Ito menerima kunci itu sambil geleng kepala " Mari mas." ujarnya sebelum menyusul Dewi ," Gak perlu sefrontal itu."
" Sebel."
Ito tertawa melihatnya cemberut. Dihidupkannya mesin dan mulai menjalankan mobil perlahan kalau saja tak melihat Sisy berlari kearah mereka ," Ada apa Sisy lari larian seperti itu ?"
" Kak." Sisy mengetuk jendela ," Aku nitip ya." ujarnya saat Ito menurunkan kaca jendela.
" Nitip apa ?"
Sisi mengulurkan dua berkas ," Taruh di kantor."
" Ya ayo sekalian !"
Kepala itu menggeleng " Aku ada perlu, dua hari ini ijin ya."
" Janjian dimana ?"
" Setrasari."
" Naiklah, kita ada perlu ke atas juga." ujar Dewi ," Cepatlah."
Sisy menyengir dan membuka pintu ," Ah lumayan gak harus pake angkot." ujarnya lalu menutup pintu " Lho itu kan ..."
" Iya." sahut Ito singkat lalu menjalankan mobil.
Sisy tertawa ," I know."
" Setrasarinya mana ?"
Sisy menyebutkan alamat ," Sampai depan rumah ya ... nanti aku kenalkan Rayudha."
" Rayudha ?" Dewi memutar tubuhnya menatap gadis yang duduk di bangku belakang, keningnya berkerut melihat mata kelam itu bercahaya ," Cowokmu ? Kok gak pernah cerita ?"
" Gak ada yang tanya. "
" Dimana ? "
" Di Bali. "
" Berjauhan ? LDR ?"
" Bukan masalah besar, paling hanya kangen." Sisy menyandarkan tubuhnya sambil memejamkan mata.
Dewi bertukar pandang dengan Ito ... Akan ada dua hati yang patah ...
" Sy, ini rumahnya ?"
Sisy mengangguk, membuka pintu dan bergegas turun. Belum sempat tangannya menekan bel, sesosok tubuh jangkung keluar, membuka pagar sambil tersenyum , " Sama siapa ?"
" Kak, turun dulu. "
Ito dan Dewi serentak turun, menjabat tangan lelaki itu.
" Ini Kak Ito dan lal Dewi ... Ini Rayudha. "
Rayudha tersenyum tipis ," Masuk yuk. "
" Terima kasih, kami masih ada janji. " sahut Ito cepat.
" Oh, next time kita ngobrol. Thanks sudah mengantar anak manja ini. " tangannya mengacak rambut Sisy, yang segera merapat manja seperti anak kucing yang dibelai tuannya ... dan sejenak mata Rayudha yang dingin itu melembut.
" Makasih ya kak ..." seru Sisy sambil melambaikan tangan saat mobil mulai melaju. Beegelayut manja di lengan kokoh itu memasuki rumah.
" Bisa manja juga. " guman Ito, meliril adegan tersebut dari kaca spion.
"Bagaimana kalau Miftah dan Iskandar tahu ini ?"
" Sisy pasti membuat mereka tahu. " Ito menghela nafas , " Kalau Miftah aku pikir tidak akan terlalu bermasalah, dia akan menerima dengan tenang. Entah kalau Iskandar. "
" Aku takut melihat mata Rayudha ... dingin banget. " Dewi mengerdikkan bahunya.
" Sisy cukup kuat dan hangat untuk membuat es itu mencair. Mereka saling menyayangi. "
Dewi terdiam, dan perjalanan selanjutnya menjadi hening karena dua kepala itu sibuk memikirkan sahabatnya masing masing.