“Dokter, Suster, pasien Gavin sudah tersadar.” Mendengar adanya keributan di dalam ruang ICU, membuat dokter dan suster yang berjaga di sana pun bergegas menghampiri sang sumber suara. Tepatnya pada seorang laki-laki yang kini berdiri tak jauh dari tempat Gavin berbaring. Dokter yang memahami maksud dari ucapan laki-laki itu pun sontak saja mendekat ke arah Gavin dan memeriksanya. Sedangkan laki-laki tadi, ia memundurkan tubuhnya beberapa langkah dari sana agar tak mengganggu sang dokter dalam menangani pasiennya. “Gimana keadaan sahabat saya, Dok?” tanya laki-laki itu ketika dokter sudah mulai menjauh dari Gavin dan mendekat ke arahnya. Dokter mengembangkan senyumnya, “Seperti yang kita lihat, pasien Gavin sudah jauh membaik,” ujarnya. Terdapat perasaan lega yang kini memenuhi hati l

