Sejak Revan mengibarkan bendera perang karena mengatakan bahwa dia menyukai Fany hari itu, Gavin semakin merekatkan dirinya pada Fany. Kemana pun perempuan bermata sabit itu pergi, Gavin akan selalu ada di sana. Tetapi ada beberapa pengecualian sih, yaitu ketika Fany berada di toilet, di kelas, dan di rumahnya. Jujur saja, Gavin masih tidak habis pikir kenapa kakaknya itu dengan tanpa merasa bersalah mengatakan bahwa ia menyukai Fany, yang padahal ia tahu sendiri bahwa Fany adalah pacar Gavin, yang tak lain adalah adiknya sendiri. Akibat pengakuan Revan beberapa hari lalu, kini hubungan Gavin dengan kakaknya tidak baik-baik saja. Mereka lebih banyak diam meskipun berada di bawah atap yang sama. Tidak ada candaan yang biasanya mewarnai rumah mereka. Dan tidak ada lagi sesi saling curhat y

