"Sepertinya Kakek telah memberi obat peranggsang pada minuman kita!" "Apa?" Bola mata lembut milik Lina terbelalak. "Jadi ...." "Jadi yang kita lakukan hanya terdorong naffsu. Kita tak bisa mengontrolnya." "Maksud Mas ...." Lina kehilangan kata-kata. Jadi semalam itu hanya sekks tanpa melibatkan perasaan, begitu? "Mama!" Terdengar suara Dion dari balik pintu. Seketika keduanya panik. "Bagaimana ini? Bagaimana kalau tiba-tiba pintu dibuka?" Lina kebingungan. "Cepat, kamu berpakaian!" Tristan pun mencari pakaiannya. Sementara itu di luar, Orion bergegas menghampiri Dion. Ia terbangun karena mendengar teriakan si kecil. "Dion ...." "Mamaa ...!" Dion mengetuk-ngetuk pintu kamar Tristan. "Mama, Ayaah!" Kembali ia mengetuk. "Dion." Bocah itu akhirnya menoleh. "Kakek, kenapa pintu

