"Kita rehearsal dulu." "Apa?" "Latihan." "Latihan apa?" "Tinggal sekamar." Tristan yang sudah masuk ke dalam kamar, langsung menuju ranjang dan berbaring dengan kepala di atas lipatan tangan. "Mas!" Dahi Lina berkerut. "Apa?" Pria itu hanya menoleh. "Aku gak nyaman ngapa-ngapain di kamar." "Cuek aja. Anggap aku gak ada." "Lah, kalau mau tuker baju, gimana?" Kini Tristan yang mengerut dahi. "Memang kenapa kalo mau tuker baju? Mau tuker baju, ya tuker baju aja. Aku ini 'kan suamimu. Halal aja kalo aku liat kamu tuker baju. Mau aku bantuin sekalian?"' Tristan seketika duduk. Pria itu tersenyum menggodanya. Lina masih merengut. Ia terdiam sejenak. "Ih, orang ini keras kepala banget!" Ia lalu membuka pintu dan melangkah ke luar. "Eh, mau ke mana?" "Masak." Tristan mengejarny

