Happy reading-!!!
"Mau lo apain semua itu?"tanya Zahra ke Inez.
Inez menatap kedua temannya yang menunggu jawaban darinya itu.
"Lo pada tau kan ini apa jadi gue gak usah terangin lagi"ucap Inez sinis.
"Lo..lo mau buat malu siapa nez?"tanya Shava curiga.
"Raina"jawab Inez dengan senyum liciknya.
Tanpa mereka sadari,kelakuan mereka ada banyak mata yang melihat.
"Gadis bodoh"ucap mereka itu.
Skip
"Na kantin kuyy,gue dah laper banget ni"ucap Ona.
"Yok gass ngengg"ucap Raina antusias.
"Urusan perut mereka nomer satu"gumam Gita dan Cika.
Sesampainya mereka di kantin,mereka duduk di tempat mereka biasanya dan di situ sudah ada para laki laki kelas mereka yang menunggu.
"Lama banget untung udah kita pesenin"ucap Gara.
"Bacot bat dah,yang penting udah sampai sini kan"jawab Gita sewot.
"Teross bertengkar teross sampek ompong sekalian tu gigi"ucap Raina berkacak pinggang.
"Ya habisnya tuyul satu ni dulu Na"ucap Gita tak mau kalah.
"Udah mending duduk terus makan"ucap Cika
"Raina,lo ngerasa ada yang aneh sama tu cabe gak si?"tanya Ona.
"Enggak"jawab Raina polos namun tatapannya tetap ke makanannya.
"Lihat dulu sayangkuuu baru jawabb"ucap Ona gemas.
"Mager,buang buang waktu aja lihat muka mereka"jawab Raina.
"Tapi mereka ngelihatin lo sambil senyum senyum gak jelas,mereka gak itu kan"ucap Ona ambigu.
"Itu apa?"tanya Raina bingung dengan pikiran temannya.
"Mereka gak belok kan?"ucap Ona yang langsung membuat makanan di mulut Cika dan Gita tersembur keluar sedangkan Raina yang sudah tersedak.
"Anjerr lo,ya gak mungkin lah"ucap Gita terkejut
"Ya habisnya,Inez ngelihatin Raina sambil senyum senyum takutnya kan dia pindah haluan"ucap Ona.
"Gak bener pikiran lo"ucap Cika menggeleng
Sedang enak enak makan,mereka merasakan pergerakan pada Raina.
"Mau kemana?"tanya Ale.
"Beli jus bentar di mpok Ipeh"jawab Raina.
Setelah itu Ale dkk pun tersenyum penuh arti melihat kepergian Raina.
"Kalian kenapa?"tanya Ona curiga.
"Apanya?"tanya Rehan bingung.
"Ada yang kalian sembunyiin ya"curiga Ona
"Oh itu,tunggu aja"ucap Rehan dengan smirk andalannya.
Inez dkk yang melihat Raina bisa berdiri dengan mudahnya pun terkejut bukan main.
"Kok bisa"gumam Shava cengo.
"Lo salah taruh gak?"tanya Zahra.
"Lo pada kan tau gue naruh di kursi dia,tapi kok"ucap Inez tak percaya.
"Udah lah gue gak mood,cabut"ucap Inez lalu berdiri dari tempat duduknya.
Di meja Ale dkk sudah tersenyum penuh arti.
"Gue itung nih,satu..dua..ti..."ucap Gara.
Srekkk....
"INEZZ ROK LO"ucap Zahra terkejut.
Cepat cepat Zahra dan Shava menutupi rok robek milik Inez.
"HAHAHAHAHAHA"tawa warga kantin yang melihat adegan barusan
"s****n SIAPA YANG NARUH LEM DI SINI"bentak Inez.
"Udah kita pikirin nanti sekarang ke kamar mandi,buat ganti rok lo"ucap Shava.
"Awas aja gue bakal bales kalian"ucap inez menatap tajam raina dan ona dkk membuat ona dkk bingung melihatnya namun si mungil raina hanya acuh melihatnya.
"Kok natapnya ke kita sih"gumam Gita bingung.
"Kerasukan mungkin,nah setannya lagi ngefans ke kita"ucap Raina terkekeh.
"Bisa aja lo kalau jawab"ucap Cika terkekeh.
"Bukan raina kalau gak ada jawaban di setiap kata"ucap Revan.
"Iya kayak lo"ucap Rehan.
"Jelas lah gue abangnya"ucap Revan.
"Gue juga anjim"ucap Rehan tak terima.
Teman teman Raina hanya menggelengkan kepalanya melihat perdebatan di depan mereka.
"Tapi guys kok kalian kayak udah tau yang bakal terjadi"ucap Cika menatap teman temannya ini dengan pandangan curiga
"Mereka yang nukar kursi gue sama kursi kak Inez mungkin"ucap raina polos.
"k-kok lo tau?"ucap Hengki terkejut.
"Nebak"ucap Raina dengan cengiran polosnya.
"WHATT JADI BENER?"teriak Ona dan Gita kompak.
"Slow dong kaget nih gue"ucap Cika sewot
Sedangkan Raina malah tertawa melihat raut muka kaget teman temannya itu.
"Iya,kita yang nuker.Siapa suruh mereka cari masalah sama anak IPS,apalagi mereka mau ngerecokin adek gue,ya gue sikat lah"ucap Revan.
"Huee sayang abang"ucap Raina lalu bangkit dan memeluk abangnya itu.
"Gak sayang sama abang ni?"tanya Rehan datar.
"Sayang dong,datar datar gini aslinya b****k juga kok"ucap raina membuat Rehan tertawa.
"BHAHAHA cuma Raina yang berani ngatain lo gitu"ucap Revan
"Bacot"ucap Rehan ke Revan.
"Dih giliran ke raina lemah lembut ke abang lo kek dakjal"sindir Revan.
"Amal abang kurang sih"ucap Raina terkekeh.
"Gak papa untung adek"ucap Revan tertekan.
Skip
Si kembar dan Raina sudah sampai di mansion,dan ternyata di mansion sedang ramai orang.
"Bang kok banyak mobil?"tanya Raina
"Berarti ada orang dek"jawab Revan
"Ya mesti orang gak mungkin monyet"ucap Raina cemberut.
Abangnya ini benar-benar 11/12 dengan dirinya, pikir Raina.
"Hehe ya habisnya lo tanya nya aneh dek"ucap Revan tertawa kecil.
"Aku kamu van jangan lo gue kalau sama Raina lo mau di pites daddy?"ucap Rehan.
"Iya iya"jawab Revan memutar matanya malas.
"Udah ayok masuk dulu nanti kamu juga tau"ucap Rehan merangkul Raina.
"Iya bang"jawab Raina.
"ASSALAMUALAIKUM KITA PULANG"ucap Revan.
"Lambe mu le le"ucap seseorang yang duduk di kursi sambil main hp.
"PAMAN,WOAHH TAMBAH KEREN AJA LO,KABAR GIMANA BRO"ucap Revan.
"Heh gue paman lo ya,yang sopan dikit"ucap orang itu yang di panggil paman.
"Hehe maaf"ucap Revan cengengesan.
"Wah ini ponakan gue ya,cantik banget tapi mungil ya,sini cantik"ucap paman.
Raina hanya menatap polos orang di depannya ini lalu menatap Rehan dan diangguki Rehan.
"Sana,"bisik Rehan.
"Cantik banget lebih cantik dari fotonya"ucap paman sambil memeluk Raina.
"Udah udah ini adek gue ya,nanti ketularan bobroknya lagi"ucap Revan menarik Raina ke dekapannya.
"Udah b****k kali"gumam Rehan.
"Le awakmu gelem tak coret seko KK?"ucap pamannya dengan logat jawa.
"Gampang to tinggal gawe KK anyar"ucap Revan yang langsung mendapat tabokan cantik dari Raina.
"Karo sopo?"tanya paman
"Calon masa depan lah"jawab revan bangga
"Sok iye kayak ada yang mau jadi bini abang"ucap raina membuat paman dan rehan tertawa
"Mampus makan tu ucapan adek lo"ucap paman yang masih terkekeh
"Dek kok kamu gitu"ucap revan cemberut
"Karena enggak gini"ucap raina polos dan jangan lupakan cengiran polosnya
"Udah udah sekarang makan dulu,nanti mommy kenalin raina sama keluarga"ucap mommy dari dapur
"Keluarga?"beo raina
"Opa,oma dan yang lainnya ada di sini,sekarang kalian bersih bersih dulu terus makan"ucap mommy
"Iya mom"jawab mereka
"Aww...ABANG PIPI RAINA JANGAN DI CUBITIN TERUS DONG"ucap raina kesal
"HAHAHAHA"tawa si kembar setelah menjailin adek kesayangannya
"HUAAA MOMMY BANG 2R NYUBIT PIPI RAINA"ucap raina merengek
"Makannya pipi jangan kayak bakpao sayang,jadi pada gemes kan"ucap mommy terkekeh
"Ya tapikan jangan di cupit nanti kalau meletup gimana"ucap raina cemberut
"Di kira balon meletup"gumam paman terkekeh
"Udah sana naik bersih bersih dulu kalau udah turun makan"suruh mommy
"Iya mom"jawab Raina yang masih dengan muka kesalnya