Happy reading-!!
Saat Raina menuju meja makan karena suruhan dari mommynya itu. Ia tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang.
"Awss"ringisnya.
"Maaf"ucap seseorang itu dan tak lupa membantu mengelus kepala Raina yang sedikit memerah.
"e-eh anda siapa?"tanya Raina dengan mata yang mengerjap polos.
"Geri,orang tertampan di rumah ini"jawab laki laki jangkung yang berabrakan dengan Raina.
"Geri salut?"tanya Raina lagi.
"Bukan sayang"kekeh Geri.
"Heh kadal,kalau gak laku adek gue jangan lo embat juga dong"ucap Revan menghampiri Raina dan merangkulnya.
"Mulut lo ya. Gini gini gue lebih tua dari lo bangsul"ucap Geri yang hampir menjitak kepala Revan namun ia urungkan karena masih ada Raina di depannya.
"Bang"panggil Raina ke Rehan yang baru datang menghampiri mereka bertiga.
"Kenapa hm?"jawab Rehan seraya merapikan rambut Raina.
"Dia...siapa?"tanya Raina bingung sambil menunjuk Geri yang sedang tersenyum manis menatap Raina.
"Kakak sepupu kamu,namanya Geri Laiz Jaxson Kavindra"jawab Rehan.
"Wahh Raina punya abang lagi?"ucap Raina heboh.
"Seneng banget"kekeh Revan gemas.
"Iya lah apalagi abangnya ganteng kayak gue gini,ya gak dek"ucap Geri pd
"Gak sih,biasa aja"ucap Raina polos.
"HAHAHA MAMPUS"ucap Revan ketawa keras dan Rehan hanya terkekeh mendengar ucapan jujur dari sang adik.
"Ayo turun kamu belum makan"suruh Rehan.
"Ayo bang"jawab Raina meninggalkan Revan dan Geri yang masih melongo.
"Lah kita di tinggal"ucap mereka berdua.
Sesampainya mereka di meja makan,Raina terkejut karena banyak orang di sana. Salah satunya ada abangnya,Fasya.
"WAHH INI KEPONAKAN KU BEL?ADUH CANTIK SEKALI,GEMES BANGET PENGEN BAWA KE AMERIKA AJA"ucap seorang wanita yang bisa di perkirakan seumuran dengan momnynya.
"JANGAN!!"ucap mereka kompak dan Fasya paling keras.
"Lo bawa anak gue,hilang tu kepala cantik lo"ucap mommy membuat Raina melongo di buatnya.
Mommy yang sadar dengan ucapannya pun menepuk pelan bibirnya lalu menatap sang putri yang masih melongo di buatnya.
"Hehe maaf sayang mommy kelepasan"ucap mommy dengan cengirannya.
"Mommy gaul,lucu mom lanjutkan bakat mommy hehe"ucap Raina lalu tos bersama mommy nya itu.
"Ibu sama anak sama aja"ucap Revan terkekeh.
"e-eh abang"ucap Raiina terkejut
Lagi lagi dirinya di buat kaget,karena tiba tiba abang pertamanya itu,bang Fasya menggendong dirinya dan mendudukannya di pangkuan.
"Makan ya,kamu belum makan kan"ucap Fasya lembut.
"Iya Raina belum makan"ucap Raina dengan cengiran polosnya membuat siapapun yang melihat merasa gemas.
"Abang suapin kalau gitu"ucap Fasya.
Mata Raina melotot karena Fasya mengambilkannya sayuran,dimana itu adalah makanan yang sangat dirinya benci.
"Stop abang"ucap Raina.
"Kenapa?"tanya mereka kompak.
"Gak mau sama sayur"ucap Raina lirih menatap menu di depannya.
"Kamu harus makan sayur sayang,sayur bagus buat kesehatan kamu"ucap mommy lembut.
"Gak enak,Raina mau ayam aja"ucap Raina memohon.
"Gak,pokoknya pakai sayur"ucap Fasya tegas.
Raina hanya bisa diam menahan air matanya.Dia benar benar tidak menyukai sayur,dia juga tak suka di paksa tapi mendengar suara dari abang pertamanya ini membuat dirinya tak bisa berkutik.
"Makan"ucap Fasya datar.
"Fasya jangan bikin adik kamu takut nak,lihat dia nangis"ucap mommy khawatir melihat Raina yang menangis dalam diam.
Fasya yang mendengar bahwa adiknya menangis pun memejamkan matanya dan mengontrol emosinya.
"Maafin abang,sekarang makan ya"ucap Fasya lembut
Raina hanya diam karena jika dia mengeluarkan suaranya sedikitpun hanya akan ada isakan tangis.Dia juga bingung biasanya dia tak pernah takut pada orang tapi kenapa dengan keluarganya nyali dirinya hilang?.
"Hiks hiks"tangis Raina pelan.
"Sttt sayang maafin abang ya"ucap Fasya sambil mengusap air mata Raina.
"Hayoloh bang,Raina nangis"ucap Geri yang langsung mendapat tatapan mematikan dari fasya namun bukan Geri namanya jika takut dengan Fasya.
"Sayurnya enak kok,di coba dulu"suruh Rehan lembut.
Yang lain hanya diam dan terkekeh melihat Raina,karena kondisi muka Raina sekarang sangat menggemaskan di tambah pipi yang ikut memerah karena menangis.
Akhirnya dengan sedikit paksaan dari daddynya,Raina pun mau memakan sayurnya di bantu dengan Fasya.
"Gimana enak kan?"tanya mommy lembut.
"Tidak buruk"ucap Raina tersenyum kecil
"Yaudah sekarang ke ruang keluarga,daddy mau memperkenalkan Raina ke keluarga kita,sini sayang"ucap daddy
Raina pun mendekati daddynya itu dan ternyata daddy nya itu menggendong dirinya ala koala.
"Raina gak berat?"tanya Raina polos.
"Enggak makannya,kalau makan yang banyak ya"ucap daddy terkekeh.
"Nanti gak cantik gak seksi lagi dong dad,anakmu ini inceran di sekolah loh"ucap Raina bangga membuat mereka tertawa gemas.
"Siapa sih yang gak suka sama putri kecil daddy ini hm?"ucap daddy gemas.
"Inceran si inceran tapi giliran ada yang naruh hati gak peka"sindir Revan
"Abang nyindir siapa?"tanya Raina bingung namun sedetik kemudìan dirinya tersenyum jahil ke Rehan membuat Rehan bingung
"Kenapa liatin abang gitu?"tanya Rehan.
"Abang...abang lagi suka sama siapa?"tanya Raina curiga.
Ucapan polos raina membuat si kembar menepuk jidatnya pelan,emang gak peka adiknya itu.
"Udah-udah,Raina lihat di sana ada opa dan oma kamu,mereka tinggal di Australia,mereka orang tua dari daddy sama paman kamu"jelas daddy.
"Opa,oma"gumam Raina namun terlihat jika di mukanya sangat tidak percaya
"Beneran itu emm itu opa sama oma aku dad?"tanya Raina polos.
"Iya lah kenapa?"tanya daddy terkekeh.
"Awet muda dad,masih ganteng dan cantik"ucap Raina jujur.
Opa dan oma yang mendengar ucapan jujur dari cucu perempuannya pun terkekeh gemas.
"Nak sini,gak mau peluk kita?"tanya opa.
Dengan senang hati Raina mendekati opa dan omanya lalu memeluknya.
"Opa dan oma sehat sehat terus ya hihi biar bisa lihat Raina sukses"ucap Raina tersenyum.
"Iya sayang,gemes banget cucu oma ini"ucap oma sambil mencium pipi Raina.
"Opa oma,rahasia awet muda nya apa?kasih tau raina dong biar raina juga awet muda"ucap Raina antusias.
"Olahraga malamnya rutin dek"jawab Geri yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari semua orang.
Bentar gue yang lemot atau gue yang gak paham batin Raina.
"Jaga bicaranya"ucap Fasya tajam.
"Hehe pics bang,becanda"ucap Geri.
"Lo jangan coba ngotori pikiran adek gue ya,atau lo tinggal nama"ucap Rehan tajam.
"Mampus"ledek Revan.
"Pawangnya bahaya ihh"ucap Geri membuat mereka bergidik ngeri.
"Nah sekarang,wanita yang ada di samping mommy kamu,dia kakak dari mommy kamu namanya Nafisa Velina Kavindra kamu bisa memanggilnya bibi"ucap daddy.
Raina pun menatap wanita yang di tunjuk daddy dan ternyata wanita yang tadi heboh saat dirinya baru turun ke meja makan.
"No,jangan panggil bibi panggil mama oke"ucap Nafisa ke Raina.
"Kalau gitu kalian semua juga panggil paman mu ini,papa ya,buat lo tong jangan panggil gue mas bro,ngerti"ucap paman menatap Revan.
"Pantes juga bro,daripada papa"gumam Revan.
"Gue sleding juga lo"ucap Farel paman si kembar dan Raina.
"Untuk kakak kakak sepupu kamu,belum pada kesini mungkin besok atau lusa baru sampai"ucap daddy yang di angguki Raina.
"Lah aku gak di akui ni dad?"tanya Geri sedih.
"Bang Geri kan udah kenalan sama Raina"ucap Raina bingung dan jangan lupa mata polosnya yang membuat mereka terkekeh gemas.
"Dan mulai besok,Geri akan sekolah di sekolah kalian,buat jaga Raina"ucap daddy membuat Raina tambah terkejut.
"Kok tiba tiba"ucap Raina.
"Biar banyak yang menjaga kamu sayang"ucap mommy.
Bagaikan burung di dalam sangkar ini mah namanya batin Raina lesu.
"Bukan cuma Geri,setelah kakak kamu yang lain sampai sini,mereka yang masih sekolah juga akan kita daftrakan di sana"tambah paman Farel membuat Raina menghembuskan nafasnya pasrah.
"Gak papa sumpah gak papa demi alex gak papa,Raina bisa apa atuh"ucap Raina pasrah.
Mereka hanya tersenyum geli melihat raut muka pasrah milik Raina,karena mereka paham,pasti ruang lingkup Raina akan terbatas.Tapi ini semua demi keselamatan Raina.
Ini gimana sih,harusnya aku yang jaga mereka malah mereka yang kurung aku,huee bunda gimana ini batin Raina.
Tenang lah semua akan baik baik saja ucap Kesya.
K-kak Kesya batin raina terkejut.
Aku selalu bersama mu,jadi tenang saja..Ada saatnya kita beraksi balas kesya.
Siap kak batin Raina tersenyum.