Happy reading-!!
Pagi yang cerah di awali dengan senyuman manis dari Raina.Setelah melaksanakan kewajibannya,Raina segera bersiap siap sekolah,karena hari ini Raina berangkat bersama abang abangnya.
"Huhh ada bang 2R aja ruang lingkup gue udah terbatas lah ini di tambah ada bang geri apalagi kata papa semua abang gue bakal sekolah di situ juga,bagai burung di dalam sangkar dong"gumam Raina menatap dirinya di cermin.
"Kalau suatu saat mereka tau siapa diriku sebenarnya,emm apa mereka setuju?mereka marah gak ya"tanya Raina lagi
"Gak akan,mereka pasti bisa ngertiin kamu"ucap Kesya melalui batinnya
Ucapan Kesya membuat Raina sedikit lega.
"Sayang,ayo turun udah di tunggu sama yang lain"ucap mommy sambil membenarkan rambut Raina.
"Iya mom"jawab Raina tersenyum.
"Raina,kalau ada sesuatu yang kamu rahasiain,cobalah terbuka sama keluarga kamu sayang,sebesar apapun rahasia kamu kita pasti akan mengerti yang penting itu positif nak"ucap mommy membuat Raina terkejut.
"I-iya mom"jawab Raina.
Sekarang si kembar,Geri,dan Raina sudah sampai di sekolahnya.Seperti biasa banyak siswa siswi yang heboh melihat kedatangan mereka.
"Berasa artis gue"ucap Geri pd.
"Pd banget lo,orang mereka ngelihatin kita"ucap Revan.
"Udah gak usah pada berantem,gak malu apa udah besar juga"ucap Raina jengah
"Tuh,kalian gak malu di nasihatin adik sendiri?"sindir Rehan.
"Yaudah yuk ke kelas"ucap Revan.
"Lah bangke gue kan ke kepsek,anterin lah"ucap Geri sewot.
"Udah besar kan,jangan manja"ucap Revan lalu disambut kekehan yang lain.
"Ayo bang Raina antar kasian nanti kayak anak hilang kan gak lucu"ucap Raina terkekeh.
"Untung adik"gumam Geri pasrah.
Rehan dan Revan awalnya juga akan ikut mengantar tapi Raina menyuruh mereka duluan ke kelas.
"Bang Geri tinggi banget"ucap Raina sambil menatap abangnya yang lebih tinggi dari dia.
"Karena abang suka makan sayur"ucap Geri terkekeh.
"Jangan nyindir deh bang"ucap Raina cemberut.
"Gemes banget si kamu dek"ucap Geri gemas.
Mereka pun akhirnya sampai di depan ruang kepala sekolah.
"Dah sampai bang,Raina tunggu di sini ya"ucap Raina.
"Tinggal gak papa dek nanti abang cari kelasnya sendiri"ucap Geri.
"Oh gitu oke deh,bye abang"ucap Raina sambil mencium pipi Geri.
Geri hanya tersenyum dan menggeleng melihat tingkah lucu sepupu kesayangannya itu.
Skip
Sedang enak enak berjalan,Raina tak sengaja bertemu dengan guru yang di pastikan guru baru.
"Pagi pak"ucap Raina ramah dan tak lupa senyum manisnya.
Guru itu sempat terpana akan kecantikan alami dari Raina.Dia adalah guru muda yang sudah mendapat gelar s3.Kenapa ia memilih mengajar karena cita citanya adalah menjadi seorang guru. Di umurnya yang masih sangat muda yaitu 20 tahun, ia sudah berhasil menyelesaikan pendidikannya. Bahkan banyak yang mengira ia anak kuliahan karena mukanya yang masih terlihat sangat muda.
"P-pagi"jawab guru itu.
Raina bingung ada apa dengan guru barunya itu,kenapa seperti gugup?
"Bapak sehat?kenapa gugup begitu?"tanya Raina.
"Tidak"ucap guru itu dingin.
Raina hanya acuh dan pamit untuk masuk ke kelasnya.Tanpa ia sadari guru itu tersenyum tipis menatapnya.
"Cantik"ucap guru itu.
Dia sudah besar batin guru itu.
Saat Raina masuk kelasnya,ternyata kelasnya belum ada guru.
"Morning guys"sapa Raina tersenyum manis.
"Morningg juga Na"jawab mereka.
"Btw kalian ngomongin apa?"tanya Raina.
"Ada guru baru,ganteng lagi"ucap Cika sambil senyum senyum sendiri.
"Guru baru"gumam Raina.
Apa guru tadi ya yang mereka maksut batin Raina.
"Iya,tapi katanya tu guru disiplin banget,dingin,tegas juga mana ngajarnya mapel inggris"ucap Ona kesal.
"Gak seru dong,kenapa gak bu ningrum aja?padahal seru loh"ucap Raina.
"Lahiran, makannya diganti guru baru"ucap Gita lesu.
"Bentar,berarti habis ini dong kan pelajaran pertama inggris"ucap Raina membuat mata mereka membulat.
"Lah anjir iya juga,ishh masih pagi udah bikin mood turun aja"ucap Gara.
"Ekhmm"dehem seseorang dengan suara beratnya
"Apaan sih masuk tinggal masuk,sopankah begitu"ucap Raina tanpa melihat orang itu.
Teman teman Raina hanya terkejut dan menatap Raina sendu.Dan si kembar hanya terkekeh melihat tingkah adiknya yang tak memiliki rasa takut.
"Ayo gibah lagi,kenapa pada diem"ucap Raina polos.
"Siapa yang kamu gibahin hm?"tanya seseorang itu.
"Guru baru yang katanya dingin itu loh"ucap Raina santai.
Eh bentar kok suaranya batin Raina.
Reflek Raina memutar badannya,untung saja ia langsung memundurkan tubuhnya jika tidak muka Raina bisa bertabrakan dengan d**a bidang milik gurunya itu.
"E-eh bapak dari kapan pak disini?"ucap Raina terkekeh kecil
"Semenjak kalian membicarakan saya"ucapnya dingin.
"Hahaha bapak jangan geer kita mana mungkin gibahin bapak,iya kan guys"ucap Raina memberi sinyal teman temannya untul mengangguk.
"I-iya"jawab mereka kikuk
"Untuk kali ini kalian saya maaf kan,terutama kamu.Saran saya jangan sering membicarakan orang nanti tubuhmu semakin pendek"ucap guru itu membuat yang lain melongo.
"Anjir gue di katain pendek dong secara tidak langsung"gumam Raina kesal.
"Duduk"suruh guru itu datar .
"Berisik sekali ni orang duduk tinggal duduk elah"gumamnya lagi.
"Ngomong apa kamu?"tanya guru itu lagi.
"Gak ada pak,bapak salah denger kali hehe"cemgir Raina dengan polosnya.
Teman teman raina hanya terkekeh kecil melihatnya.Benar benar unik temannya ini.
Jam istirahat pun tiba.Raina menyuruh teman temannya duluan ke kantin karena dirinya ingin ke toilet sebentar.Sebenarnya ona dkk ingin menemani raina,namun raina melarang keras dan menyuruh mereka ke kantin duluan.
"Huhh leganya"gumam Raina.
Saat raina akan keluar tiba tiba dirinya di hadang oleh inez dkk,raina hanya memutar matanya malas.
"Mau apa lagi si kak,suka banget ngurusi hidup orang,heran"ucap Raina.
"Kita mau balas dendam karena lo udah buat kita malu di depan umum waktu itu"ucap Inez sinis.
"Lo duluan kan yang mulai,jadi jangan marah lah"jawab Raina santai.
"Dasar b***h"umpat Zahra.
"Heii b***h teriak b***h,gak malu ya situ?"tanya Raina dengan nada yang rendah.
"DIAM LO"bentak Inez.
"Pegang"suruh Inez yang di angguki dayang dayangnya.
"Apa apa an ini,lepasin gak"ucap Raina meronta.
"Gak akan sebelum lo mati"ucap Inez dengan senyum devilnya.
"Gue gak akan mati di tangan manusia kayak lo"ucap Raina menatap Inez tajam.
"Banyak bacot lo"ucap inez lalu menampar keras pipi Raina.
Plakk
Plakk
"Hahahhahaha mampus,ini belum seberapa sayang"ucap Inez.
Raina hanya bisa diam merasakan panas di pipinya.
Byurrr
Raina terkejut karena tiba tiba Inez menyiramnya dengan air dingin.
"l-lepasin kak"ucap Raina yang mulai menggigil.
"Lepasin?belum saatnya tau gak"ucap Inez mencengram erat muka Raina.
Raina melotot karena Shava mengambil tongkat dan memberikannya kepada Inez.
"Lo tau kan ini apa?dan lo pasti tau gimana rasanya kalau lo gue pukul pakai ini"ucap Inez tertawa.
"Dimana hati nurani lo kak?lo manusia apa bukan hah,gak waras lo,dasar s***p"ucap Raina dengan isak tangisnya.
"Ululu gue manusia apa bukan?gue ini malaikat,malaikat kematian lo,ngerti hahaha"ucap Inez dan tanpa berpikir lagi dia memukulkan tongkat itu pada kepala Raina.
Raina merasakan darah yang keluar dari hidungnya juga darah dari kepalanya.Dan saat ini hanya satu nama yang berputar di benaknya.
"Mommy"lirihnya setelah itu dunianya terasa gelap,ya dirinya pingsan
"Gue harap lo mati"ucap Inez lalu pergi meninggalkan Raina seorang diri.
Skip
"Raina kenapa lama banget ya?"tanya Gita.
"Iya ini udah ada lima belas menit loh"ucap Ona.
"Gue takut dia kenapa napa"ucap Cika.
"Kenapa perasaan gue gak enak gini"ucap Rehan.
"Sama gue juga"ucap Revan.
"Heii adik adikku,loh sepupu kesayangan gue mana ni?"tanya Geri yang baru saja masuk kantin.
"Toilet tapi belum balik"ucap Rehan
"Belum balik"ucap Geri bingung.
"Susul"ucap Ale datar dan dingin baru ini teman temannya mendengar suara Ale yang seperti itu.
Sesampainya di toilet perempuan,Ona dkk mencoba mengeceknya.
"Ada gak?"tanya Ona
"gak ad-"ucapan Gita berhenti karena melihat seseorang yang sangat dikenalinya sudah terbujur lemah
"o-ona bilang sama gue hiks kalau yang gue lihat ini salah"ucap Gita yang sudah menangis.
"Kenapa sih lo?"tanya Ona.
"Iya lo kenapa git?"tanya Cika bingung.
"I-itu"ucap Gita menunjuk seseorang di belakang Ona dan Cika.
Ona dan Cika pun segera memutarkan badannya dan terkejut.
"RAINAAA"teriak mereka.
"Raina bangun hiks kenapa bisa gini bangun Na"ucap Ona menangis.
"REVAN REHANN"teriak Gita keras sampai yang ada di depan mendengar teriakannya.
"Masuk,cepat"ucap Rehan khawatir.
Namun saat mereka melihat apa yang membuat Ona dkk menangis histeris,mereka pun juga ikut terpukul dan kaki mereka terasa seperti jely,lemas.
"Dek,bangun ini abang bangun sayang kamu kenapa,siapa yang bikin kamu kayak gini,bangun dek jangan bikin abang takut"ucap Rehan Revan khawatir.
"Raina bangun ini gue,kenapa lo jadi gini,siapa yang bikin lo gini bilang sama gue,buka mata lo Na gue mohon,gue sayang sama lo"ucap Ale dengan bisikan di akhir katanya.
"Minggir"ucap Geri tajam.
Dengan cepat Geri menggendong Raina dan akan membawanya ke rumah sakit namun ucapan Ale menghentikannya.
"Biarin gue yang bawa Raina"ucap Ale tegas.
"Siapa lo,dia adek gue"ucap Geri.
"Stop sekarang cepat bawa raina ke rumah sakit,bukan malah bertengkar"marah Ona.
Mereka pun dengan cepat membawa Raina ke rumah sakit dan jangan lupa Ona dkk yang sudah menangis sesegukan.
"Selamatkan adik kami ya tuhan"gumam mereka semua.
Mereka sudah menganggap Raina seperti adik kecil mereka,mereka sangat menyayangi Raina namun berbeda dengan satu orang yang sudah menaruh rasa dengan si gadis mungil yang aktif itu.