27

1243 Kata
Erlend sampai di kediaman Hades. Dia segera menggendong Laura, dan menidurkannya di ranjangnya kembali. Tidak ada tempat yang paling aman kecuali di tempat ini. Selama semalaman, Erlend menjaga Laura dengan duduk di kursi samping menunggu gadis itu terbangun. Dia merasa amat berdosa karena membiarkannya sendirian kemarin. Dia tidak mempedulikan apapun kali ini, semuanya tidak penting, kecuali Laura. Pernyataan para Saudari tentang rahasia Laura sama sekali tidak membuat seorang Erlend peduli. Sekarang, dia sedikit lega karena mengetahui jati diri Laura yang ternyata adalah penyihir bernama Tita di masa lalu. Dia hanya punya satu ketakutan kini yaitu para Saudari itu sendiri. Saat ini mungkin mereka masih berseteru dengan para pemburu penyihir, tapi bagaimana jika seandainya sudah selesai. Bukankah mereka akan mengambil Laura dan membawanya pergi agar aman dari para pemburu? Erlend juga sedikit berpikir. Rumah ini kemungkinan juga tidak lagi aman. Laura bisa dipengaruhi oleh penyihir lain ataupun pemburu penyihir. Bagaimana kalau kejadian penculikan ini terulang kembali? Untuk sejenak, pemikiran Erlend memang terfokus terhadap Laura. Dia tidak peduli sekalipun tentang tugasnya yang merupakan dewa pengganti dunia bawah. Merasa sudah tidak aman lagi, Erlend berdiri, lalu keluar rumah ini. Dia berencana membuat banyak jebakan dan kediaman palsu untuk membuat orang yang masuk ke hutan milik ayahnya ini menjadi tersesat dan mati. Tidak ada pilihan lain memang, ini perlu dilakukan. Bahkan, dia tidak peduli sekalipun dewa yang tersesat. Semua orang sekarang musuh. Ikatannya dengan Laura terasa amat kuat, dan tidak bisa dihilangkan sekarang. Dia harus membuat gadis itu aman. Pertama dia membuat pepohonan berpindah tempat. Karena keahliannya adalah mengendalikan logam di bawah tanah, maka dia amat mudah mengendalikan tanah dan pepohonan. Dia membuat seolah-olah ini adalah labirin menuju maut. Dia juga membuat ribuan jebakan yang akan membuat para penyusup mati seketika dengan mantera pembunuh dari buku tua milik ayahnya. Buku tersebut berisi mantera-mantera terlarang yang memang sulit untuk dilakukan. Tapi, Erlend yang dibakar amarah bisa melafalkan dan menggunakan semua mantera tanpa masalah. Dia juga sengaja membangunkan para penjaga kediaman Hades yang sebenarnya tak boleh dibangunkan jika tidak ada masalah. Iya, para penjaga ini adalah para ksatria besi yang berada di bawah tanah kediaman Hades. Mereka semua tangguh dan abadi, jelas akan merepotkan siapapun yang akan mendekati tempat ini. Ada ribuan dari mereka yang sudah disebar oleh Erlend ke semua tempat. Semua ksatria baju zirah besi ini hanya menurut pada sang tuan rumah, yaitu Erlend Hadeson. Selain semua itu, Erlend juga membuat semuanya yang ada disini beracun untuk semua orang yang tak diundang olehnya. Dari mulai dedaunan, tanah, air dan bahkan udara. Semuanya beracun dan berbahaya bagi makhluk hidup. Dalam sekejap, hutan yang tadinya hijau, asri dan segar ini berubah menjadi sangat suram, udara terlihat dipenuhi aura kehijauan aneh yang menandakan bahwa banyak racun. Racun inilah yang mengubah beberapa batang pepohonan tampak dipenuhi lumut hitam, belum lagi dedaunan juga kelihatan tidak segar. Sangat mengerikan. Kemarahan Erlend membuatnya ingin mengurung diri di kediaman Hades yang terlindung berhektar-hektar hutan beracun dan penuh penjaga dewa. Dia ingin menghabiskan waktu dengan Laura yang sedang sakit. Laura, sebenarnya sudah mulai bangun. Dia amat bahagia ketika mendapati bahwa orang pertama yang dia lihat adalah Erlend. Dia sangat merindukan pemuda ini. Hanya beberapa hari tertidur saja terasa amat lama. “Erlend ...” Dia bangun terduduk. Senyumnya sangat manis dan indah. Di mata Erlend, itu sangat melegakan. Erlend ikut tersenyum. “Selamat pagi, Nona Tukang Tidur. Bagaimana keadaanmu?” Laura masih memperhatikan situasi. Dia melihat cahaya di luar jendela yang agak suram dari biasanya. Jelas dia heran. Memang tidak berkabut lagi, tapi kelihatan amat berbeda. “Apakah mendung sekarang?” “Tidak.” Erlend menaiki ranjang, kemudian ikut duduk bersandar pada sebuah bantal di samping Laura. “Tidak ada apa-apa. Sudahlah, jangan bahas ini. Kita bahas dirimu. Bagaimana keadaanmu?” Laura mulai nyaman dengan keberadaan Erlend. Dia tidak mempermasalahkan pemuda ini duduk di sampingnya. Bahkan, dia secara naluri bersandar di dadanya. “Aku baik- baik saja. Apa yang terjadi padaku, Erlend? Aku hanya ingat seseorang memanggilku keluar untuk mengatakan siapa sesungguhnya diriku, setelah itu ... Aku tak ingat apapun.” “Kau diculik oleh para pemburu penyihir.” “Pemburu penyihir?” “Iya.” “Siapa mereka?” “Jujur saja, aku juga baru mengetahui kalau ada kelompok semacam ini. Mereka adalah manusia biasa yang diberikan kekuatan oleh malaikat untuk memerangi iblis dan penyihir yang jahat.” “Kenapa mereka mengincarku? Kenapa aku diculik? Aku ... Aku Tita, apakah itu maksudnya? Dengar, Erlend, aku tak bermaksud berbohong padamu, aku hanya takut ...” Laura mendongakkan kepala sehingga bisa melihat wajah Erlend. Setelah jeda sejenak, dia melanjutkan, “Aku sungguh takut kau memperlakukanku kasar lagi dan menuduhku pembohong, aku sungguh tidak tahu maksud dari kertas yang dikirimkan Thanatos padamu. Disitu tertulis bahwa aku adalah Tita. Tapi, aku sungguh tidak tahu apapun.” “Sudahlah, aku tahu kau merobeknya. Aku tadinya marah, mengira kalau kau mengelabui ku, tapi ternyata kau benar-benar tidak mengenal dirimu sendiri. Aku menemui keluargamu ...” Erlend mengingat pesan ibu dari Laura yang melarangnya untuk mengungkapkan bahwa Laura adalah anak asuh. Dia mendehem, lalu melanjutkan, “intinya kau adalah reinkarnasi dari Tita.” “Tapi siapa memangnya Tita?” “Tita adalah penyihir di masa lalu, ratusan tahun silam. Dia adalah peramal yang terkenal tak pernah meleset ramalannya. Tak seperti penyihir yang bisa melihat masa depan. Ramalan Tita jauh di atasnya, lebih hebat dan sangat berbahaya, kau bahkan meramalkan kematiannya dan caranya terlahir kembali.” “Aku adalah reinkarnasi penyihir Tita yang hidup ratusan tahun silam, dan dahulu aku meramalkan kehidupanku yang sekarang?” Laura terlihat tidak percaya mendengar semua penjelasan tersebut. Dia punya banyak sekali pertanyaan. Saking banyaknya, dia tidak tahu harus memulai dari mana. “Dengar, intinya keluargamu sebenarnya juga penyihir, hanya saja mereka sudah jarang menggunakan sihir dan kau dilarang menunjukkan kemampuanmu mengenali makhluk non-manusia sepertiku, Minotaur, iblis dan lain-lain, semua itu semata-mata untuk melindungi dirimu yang merupakan Tita. Kalau sampai jati dirimu tersebar, maka ini akibatnya... Kau diculik oleh kelompok pemburu penyihir.” “Begitu ... Kau mendapat informasi itu dari keluargaku?” “Iya,begitulah.” “Aku masih tak percaya dengan semua ini. Aku tak mungkin seorang penyihir. Aku merasa tak punya kekuatan apapun dalam diriku.” “Kau hanya belum terbangun. semua yakin kau diculik oleh para pemburu penyihir, mereka bertujuan untuk membangkitkanmu karena sesuatu. Kau hebat,wajar saja ” “Lalu, memangnya apa yang berbahaya dari penyihir yang bisa meramal? Oke, aku reinkarnasi Tita, lalu mengapa aku sangat berbahaya? Apa karena ramalannya yang takkan meleset?” “Aku juga masih belum tahu banyak, Laura. Hanya saja, kau memang memiliki aura yang luar biasa. Saat pertama kali bertemu denganmu, aku sudah bisa merasakannya. Dan, kau bisa merasakan apa yang seharusnya tak bisa dirasakan, bahkan oleh dewa sekalipun. Ini adalah hal yang sangat luar biasa.” “Aku jadi takut ...” Laura tertunduk lesu. “Apa yang harus kulakukan? Setelah mereka tahu aku ini Tita ... Bukankah mereka akan kembali lagi?” “Kau jangan khawatir.” Erlend menaikkan dagu gadis itu, lalu didongakkan kembali agar bisa memandanginya lebih dalam. Sembari tersenyum, dia berkata, “aku ada disini.” Laura tersenyum. Jantungnya Berdebar-debar. Jarak antara dirinya dan Erlend begitu dekat. “Entah mengapa, kau menjadi amat sangat baik padaku sekarang, lembut juga.” Erlend memandangnya dalam-dalam untuk beberapa detik. Lalu, beberapa detik kemudian, dia mencium kembali gadis itu. Kali ini, ciumannya jauh lebih lembut dan dipenuhi rasa sayang. Tak diduga, Laura menikmati ciumannya, dan menerima semua rasa sayang Erlend dengan melingkarkan tangan di leher pemuda ini. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN