Arkhan menghela nafas dalam-dalam saat ia masuk ke dalam mobilnya. Kilatan sinar matahari menyinari halaman rumah yang luas saat Arkhan melaju perlahan melewati gerbang yang terbuka lebar. Pohon-pohon rindang menjulang tinggi di sepanjang jalur menuju rumahnya. Di sampingnya, Dinda duduk dengan tenang, namun wajahnya menunjukkan kegelisahan yang tak tersembunyi. Arkhan memandang Dinda dengan senyum lembut. “Tenanglah, Dinda,” ucap Arkhan menenangkan. Dinda mengangguk pelan. “Aku tahu, tapi tetap saja, aku gugup. Ini pertama kalinya aku akan bertemu dengan orang, tapi secara formal.” Dinda menarik nafas panjang. Arkhan hanya tersenyum melihat Dinda yang tampak gelisah. Mobil mereka melaju perlahan melintasi halaman yang dipenuhi dengan bunga-bunga yang bermekaran, menciptakan aroma yan

