Dinda duduk dengan tatapan kosong ke arah anak kecil yang duduk di samping wanita yang katanya istri papa. Sementara itu, Maya, wanita yang duduk di sebelah anak kecil itu, menoleh perlahan ketika pertanyaan dari anaknya terlontar. "Apakah, Kakak ini Kakakku, Ma?" tanya anak kecil itu polos pada mamanya. Mama anak kecil itu, dengan senyum samar, mengangguk pelan sebagai jawaban. Namun, tatapan Dinda yang tajam dan penuh dengan kebencian langsung menembus Maya. Dalam sekejap, suasana yang tenang di ruang tamu berubah menjadi tegang. Dinda menatap Maya dengan mata yang memancarkan amarah. "Kamu! Kamu yang sudah mengambil papa dan menghancurkan keluargaku!" seru Dinda dengan suara penuh emosi. Maya terdiam sejenak, mencoba menenangkan diri sebelum berbicara. Dia merasa luka itu kembali ter

