Chapter 15. Suara Hati Selina 6A

1084 Kata

Hari ini aku bangun lebih pagi dari biasanya. Padahal semalam, aku tidur udah lewat tengah malam karena nggak bisa berhenti mikirin satu hal, atau lebih tepatnya, satu orang. Mas Dewa. Aku bahkan sempat senyum sendiri waktu inget janjinya kemarin malam. "Hari Minggu besok datang pagi-pagi ya, Selina! Aku mau gantian traktir kamu." Begitu matahari muncul, aku sudah bersiap dengan baju santai, yaitu kaus putih polos lengan pendek yang membentuk tubuh rampinhku, celana warna jeans biru muda, rambut diikat setengah. Nggak pakai make up berat, cuma lip tint dan bedak tipis. Aku sengaja tampil sederhana — biar cocok sama suasana kencan “versi Dewa” nanti. Aku berhenti di depan rumahnya. Mas Dewa ternyata sudah menunggu di luar, dia duduk santai di atas motor dengan helm di tangan. Mengenakan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN