Maharani dan Erna memutuskan untuk ke Bandara dan mencari tahu. Sama seperti mereka, banyak keluar korban yang datang dengan raut wajah kesedihan. Bahkan ada yang terang-terangan menangis. Siapa yang mau ditinggalkan oleh orang terkasih? Apalagi mungkn saja salah satu dari mereka persis seperti Maharani, mempunyai janji untuk temu. Harusnya momen ini akan menjadi hal yang sangat membahagiakan untuk orang-orang yang sempat terpisah. Namun, siapa yang sangka, Tuhan ternyata membuat perpisahan sementara itu sebagai cara agar mereka lebih kuat menghadapi perpisahan selamanya. “Mama tunggu sini, biar Rani yang cari tahu. Mama bakalan capek kalau mengikuti langkahku,” pesan Maharani sembari menggiring mamanya ke salah satu kursi ruang tunggu. “Tapi Mama mau ikut, Ran. Mama ingin tahu kabar t

