Hari itu, meruapakan hari yang berat, bukan hanya untuk Erna dan Maharani, tapi juga untuk para keluarga korban lain. Banyak orang menunggu kabar pasti tentang kecelakaan itu, meskipun nyatanya, jauh di dasar hati, mereka sudah tahu kemungkinan terburuknya. Anggun berkali-kali menghubungi Maharani, bukannya tak mau menjawab, Maharani hanya belum siap saja menceritakan apa yang dia rasakan. Beberapa teman lain pun begitu, mungkin baik Fatin maupun Anggun telah menceritakan kondisi Maharani yang sebenarnya. Setelah memastikan bahwa Erna benar-benar terlelap, Maharani menuju kamar Bintara. Kamar yang telah ditinggalkan orangnya sejak tiga hari lalu ini masih tampak rapi. Meskipun samar, aroma khas Bintara masih tertinggal, tanpa terasa air mata Maharani jatuh kembali. Gadis itu melihat de

