BAB 11

1377 Kata

Arlo tidak segera menyerahkan perhiasan itu ke telapak tangan Elara yang sudah terbuka lebar. Ia justru mengangkat tangan kanan, menjepit anting mutiara itu di antara ibu jari dan telunjuknya dengan gerakan sangat tenang. Cahaya lampu koridor yang temaram membuat mutiara itu berkilau, seolah sedang memamerkan aib yang baru saja terjadi beberapa jam lalu. Elara menahan napas, dadanya terasa sesak saat Arlo melangkah maju hingga tidak ada lagi ruang udara yang tersisa di antara mereka. “Biarkan aku membantu memasangkannya kembali,” bisik Arlo dengan suara bariton yang berat. Jemari Arlo yang kasar menyentuh daun telinga Elara, menciptakan sensasi panas yang menjalar cepat ke seluruh saraf di tubuhnya. Gerakan pria itu sangat lambat, sengaja membiarkan ujung kukunya menyentuh kulit leher El

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN