Gantungan Kunci

1886 Kata

“Halo,” sapa Edo dari seberang sana, suaranya serak dan terdengar seperti baru saja bangun dari tidur panjang. Ada juga nada berat dan lelah di sana. “Apa kau sudah meminta maaf pada Julia?” tanya Nadia tanpa basa-basi. Suaranya tegas, datar, tapi sarat tekanan. Sempat terdengar helaan napas panjang dari Edo sebelum ia menjawab pelan, “aku sudah minta maaf padanya.” Nada suaranya rendah, datar. Nadia langsung menimpali cepat, “apa dia memaafkanmu?” Edo terdiam sejenak, suara statis di sambungan terdengar samar. Setelah beberapa detik, barulah ia menjawab, “dia memaafkanku. Kalau kau tidak percaya, kau bisa bertanya langsung pada Julia.” Jawaban itu membuat d**a Nadia sesak dengan perasaan yang campur aduk—lega karena Julia memaafkan, tapi juga kecewa karena berakhir begitu cepat, seol

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN