Tamparan Keras

1802 Kata

Salsa terbelalak melihat siapa yang kini berdiri di depan pintu apartemen. Tubuhnya menegang seketika, darahnya seperti berhenti mengalir. “Om Denis...” ucapnya lirih, suaranya nyaris tak terdengar karena keterkejutan yang begitu besar. Bukan hanya Salsa yang terkejut—Denis pun sama terperanjatnya. Matanya membulat begitu menyadari siapa yang membuka pintu itu. Wajah Salsa pucat, dan Denis bisa melihat dengan jelas kegugupan di sana. Untuk sesaat, mereka hanya saling menatap tanpa kata, udara di antara mereka terasa tegang dan dingin. Namun Denis segera menguasai keterkejutannya. Rahangnya mengeras, dan suaranya terdengar mendesak, “di mana Theodor?” Salsa menelan ludah gugup sebelum menjawab pelan, “ada di dalam, Om.” Ia membuka pintu lebih lebar, memberi ruang bagi Denis untuk masuk.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN