Menguping Percakapan

1672 Kata

Nadia merasa bosan di keramaian acara itu. Dengan langkah perlahan, ia menarik diri dari kerumunan, menyusuri lorong yang sepi. Gaun panjangnya bergesekan dengan lantai marmer, sementara matanya menunduk. Namun baru beberapa langkah, suara lembut menghentikan langkahnya. “Nyonya, mau ke mana?” Nadia tertegun, lalu berbalik. Ia mendapati Siti berdiri di belakangnya, membawa nampan kosong. Wajah hangat perempuan paruh baya itu menatapnya penuh perhatian. Nadia tersenyum kecil, “tidak ke mana-mana, Bi.” jawabnya pelan. Siti memiringkan kepala, memperhatikan lekat-lekat raut wajahnya. “Apa Nyonya lelah?” tanyanya dengan nada penuh khawatir. Nadia hanya mengangguk. “Sedikit.” “Ayo, Bibi antar ke kamar Nyonya. Biar Nyonya bisa istirahat.” ucap Siti lembut. Nadia kembali mengangguk, lalu m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN