Saka menatap sekilas Nadia yang duduk di sampingnya. Perempuan itu menatap keluar jendela dengan sorot mata kosong, seolah pikirannya melayang jauh entah ke mana. Kedua alisnya sedikit bertaut, membuat wajahnya terlihat sangat serius. “Apa yang sedang kau pikirkan? Wajahmu terlihat seperti memikirkan sesuatu yang berat,” tanya Saka akhirnya, memecah keheningan dalam mobil. Nadia menoleh sekilas, lalu kembali menatap jalanan yang dipenuhi deretan kendaraan. “Semalam… aku mendengar atau lebih tepatnya menguping percakapan Theodor dan Salsa,” ucapnya pelan. Saka menoleh cepat, penasaran. “Percakapan? Tentang apa?” Nadia menggigit bibir bawahnya sebelum melanjutkan, “Salsa mengatakan kalau hubungan kita tidak berakhir, maka hubungannya dan Theodor tidak akan pernah sampai ke jenjang pernik

