Suasana kolam renang mulai sepi, hanya terdengar suara percikan air sisa orang-orang yang baru saja meninggalkan tempat itu. Lampu-lampu di sekitar area kolam menyala temaram, menciptakan bayangan panjang di sepanjang lorong menuju toilet. Nadia berjalan santai, ia sudah membawa baju gantinya, handuk kecil tersampir di lengannya. Ia berniat mengganti pakaian karena semuanya sudah selesai, bahkan sebagian besar orang-orang di kolam tadi sudah pulang. Namun, baru beberapa meter ia melangkah ke arah lorong, tiba-tiba sebuah tangan kuat menarik lengannya. Refleks, Nadia hampir berteriak dan berusaha menepis, tapi begitu melihat siapa yang menariknya, matanya langsung melebar. “Saka?!” serunya dengan suara tercekat. “Kenapa kau menarik tanganku seperti ini? Kau mau membawaku ke mana?” Nada k

