“Bibi sedang melakukan apa?” tanya Nadia tiba-tiba. Suaranya tidak keras, tapi cukup membuat pelayan itu tersentak kaget. Pelayan itu berbalik dengan mata membulat. Saking terkejutnya, benda yang tadi dipegangnya terlepas dan jatuh ke lantai. Suara logam kecil terdengar saat korek gas terguling. “N–nyonya…” ucap pelayan seraya buru-buru menunduk untuk mengambil korek tersebut. “Apa yang Bibi lakukan?” tanya Nadia lagi, kali ini nadanya lebih tenang namun penuh rasa ingin tahu. Ia melangkah mendekat, dan matanya tertuju pada benda kecil yang tadi diletakkan pelayan itu—sebuah wadah dupa batu berukir dengan batang dupa panjang yang belum sepenuhnya menyala. “Bibi hanya melakukan apa yang disuruh oleh Tuan Ronald,” jawab pelayan itu akhirnya, suaranya pelan. “Maksudnya?” alis Nadia teran

