Akan Tetap Di Rumah

1862 Kata

Nadia langsung mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan. “Untuk apa, Bi?” tanyanya cepat, rasa penasarannya jelas terdengar dari nada suaranya. “Untuk bisnis, Nyonya. Tuan Ronald pernah menyuruh Bibi juga menyalakan dupa itu. Katanya, itu untuk melindungi bisnisnya dari orang-orang jahat yang ingin mengganggu bisnis beliau secara… tidak kasat mata.” Setelah berucap seperti itu, Siti kemudian mengeluarkan sayuran segar, daging, dan bumbu dari kantong belanja. “Tidak kasat mata?” ulang Nadia pelan, mencoba mencerna kata-kata itu. “Iya, semacam tolak bala, Nyonya,” jelas Siti dengan nada hati-hati, “Tuan Ronald percaya dupa itu bisa menolak energi buruk, supaya bisnis keluarga tidak diganggu oleh orang iri atau hal-hal gaib.” “Oh begitu…” Nadia mengangguk pelan, mengerti. ‘Ternyata hanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN