Mengikuti Langkah

1864 Kata

“Kenapa kau berhenti? Ada apa? Mobilnya rusak?” tanya Nadia panik. Saka menggeleng, pandangannya masih lurus ke depan. “Tidak, mobilnya baik-baik saja.” Ia lalu menoleh perlahan ke arah Nadia, menatapnya dalam. “Jes, bagaimana kalau aku mengatakan aku menyukaimu?” Nadia terbelalak. “Apa?” suaranya hampir tak keluar. “Bagaimana kalau aku mengatakan aku menyayangimu, dan aku tidak ingin hubungan ini berakhir sebagai kepura-puraan? Aku ingin hubungan sungguhan, Jes. Aku ingin kau jadi kekasihku.” Nadia terpaku. Jantungnya berdetak begitu cepat. Ia memalingkan wajah, menatap keluar jendela, mencoba menyembunyikan rona merah di pipinya. “Jangan bercanda, Saka,” ucapnya pelan, suaranya bergetar. “Aku tidak bercanda, Jes. Aku serius. Aku punya perasaan padamu. Maukah kau jadi kekasih sungguh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN