Kain Dan Surat

1836 Kata

Flashback on Siska menghembuskan napas panjang, menatap langit-langit kamarnya yang remang. Ia sudah berkali-kali memejamkan mata sejak dua jam lalu, namun rasa kantuk sama sekali tak kunjung datang. Sesekali tubuhnya berbalik, dari kiri ke kanan, lalu ke kiri lagi, namun tetap saja tidak nyaman. Jam dinding berdetak pelan, jarumnya menunjukkan pukul 23.45. Malam semakin larut. Biasanya, di jam segini ia sudah terlelap, tapi malam ini berbeda. Ada sesuatu yang terasa janggal. ‘Kenapa aku sulit tidur begini?’ batinnya gusar. ‘Besok hari penting… hari pengangkatanku sebagai kepala panti asuhan. Kalau aku tidak bisa tidur dan malah mengantuk saat acara, bagaimana?’ Rasa khawatir mulai menghampirinya. Akhirnya, Siska bangkit dari tempat tidur. Ia memutuskan untuk membuat teh hangat. ‘Mungk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN