Sashi menahan nafas, kemudian menghembuskan keras. Tiga hari berlalu sejak dia dan Aric pulang liburan. Liburan gila yang membuat Sashi masuk ke dalam petualangan hebat bersama Aric. Dia berguling di atas tempat tidur. Mengingat setiap hasrat yang menggelora saat mereka bersama. Tubuh Sashi gemetar. Kemarin dia baru saja menerima hasil youth challange dan dia gagal terpilih. Sashi bahkan tidak begitu merasa terpuruk, sekalipun dia gagal. Dia tau tidak berusaha keras saat seleksi itu, karena hati dan pikirannya di penuhi Aric. Ditambah lagi setelah liburan, hubungannya dengan Arix semakin dekat. Sashi merasa kehidupannya seketika berputar pada lelaki itu. Kak, kangen banget... Sashi mengirim pesan itu ke Aric. Aric seketika meneleponnya. Aric berjanji akan datang malam ini, sekalipun

