Aric sudah lebih dulu bersantai di pinggir kolam dengan celana renangnya, menunggu Sashi. Aric penasaran, bagaimana Sashi dengan pakaian renangnya. Aric tak mampu membayangkan, takut sesak nafas. Lagipula kenapa dia seberani ini mengajak Sashi pergi liburan, kalau jantungnya tidak kuat. Lagipula dia sendiri yang mencari perkara, bagaimana bisa dia mengajak Sashi liburan berdua kalau tidak bersiap, nafas hilang sebentar-sebentar dari dirinya. Lama Aric menunggu, tetapi belum ada tanda-tanda Sashi akan keluar. Bahkan bayangannya saja tidak terlihat. Ke mana dia? Kenapa lama sekali nggak keluar-keluar? pikir Aric. Dia memutuskan untuk melihat Sashi. Akhirnya dengan tubuh basah menyusul Sashi ke kamar. "Sashi." Aric mencarinya hingga ke kamar mandi. Terdengar jeritan kecil Sashi, "Kaak!

