Aric bangun lebih dulu, dia merasakan rambut dan kulit Sashi di pelukannya. Aric memijit keningnya, bercinta dengan Sashi, pengalaman terhebat yang pernah dia rasakan. Tapi ... tetap saja. Percintaan ketiga mereka, bahkan hanya berjarak beberapa hari. Sashi semakin lihai, tadinya Aric berpikir dialah yang akan memuaskannya. Tapi pada akhirnya .... Dengan tubuh telanjang, Aric beringsut dari tempat tidurnya memakai piyama. Setelah mencuci muka dan menggosok gigi. Dia pergi ke dapur membuatkan roti tawar berisi selada dan daging untuk kekasihnya. Juga membuatkan s**u. Aric duduk di atas kursi. Menunggu dalam diam. Terdengar suara langkah kaki mendekat, "Kak, ngapain?" Sashi menyusulnya. "Kakak bikinin aku sarapan?" Sashi memeluknya dari belakang. Aric mengangguk. Sashi duduk di pangkuann

