Sashi memandangi wajah Aric, dia duduk di karpet lantai kosnya. Mengobrol dengan ayah Sashi. Sedang Sashi masih berbaring di atas tempat tidurnya. Padahal dia sudah keluar dari rumah sakit dua hari yang lalu, tapi memang badannya masih lemas. Sakit. Satu kata yang mengherankan, padahal Sashi sangat sehat sebelumnya. Kenapa dia bisa mendadak nge-drop. Aric juga sejak tadi mencuri-curi pandang, Sashi gembira ayahnya datang sekalipun dia kangen berduaan dengan Aric. Melihat kesayangannya itu membuat Sashi membayangkan saat mereka bercinta sampai keringatan. Mungkin dia bisa segera bersemangat lagi. Sashi mengutuk pikirannya sendiri. Aric melihat jam, sudah waktunya makan siang. Secepat kilat Aric berkata akan membelikan makan siang. Ayah Sashi mengangguk. "Nak." Ayah Sashi duduk di samp

