birthday Clarisa

700 Kata

Malam turun dengan cara yang tenang. Padang lavender membentang luas, ungu lembutnya bergoyang pelan di bawah angin Switzerland yang dingin namun bersih. Clarisa berdiri di tengah hamparan itu, mantel tipisnya bergerak mengikuti napas malam. Aroma lavender menguar—menenangkan, seperti doa yang tidak diucapkan. Di atas mereka, aurora perlahan muncul. Bukan ledakan warna. Melainkan aliran cahaya—hijau yang bercampur ungu, menari pelan seperti rahasia langit. Kael berdiri beberapa langkah di belakang Clarisa. Ia tidak mendekat. Tidak menyentuh. Ia belajar—bahwa jarak juga bisa menjadi bentuk kasih. “Aku tidak membawa siapa pun,” ucapnya pelan, akhirnya. “Aku tahu kamu tidak suka dirayakan.” Clarisa tidak menoleh. Pandangannya tetap pada langit. “Terima kasih,” katanya singkat, bukan ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN