Bab 21

1179 Kata
Hari sudah berganti dan pagi ini cuaca sangat buruk ditambah hujan deras disertai petir yang menyambar. Seluruh penjaga kini berada di dalam mansion sambil bermain catur ditemani segelas teh hangat. Sementara Athan masih tidur di kamar utama karena kelelahan. Sekitar pukul 23.00 malam, Athan baru selesai menyiksa Zehra. Berbicara tentang Zehra, wanita malang itu hanya bisa terbaring lemah karena seluruh tubuhnya tidak bisa digerakkan sedikitpun. Michaël sudah memanggil dokter pribadi untuk memeriksa kondisi kesehatan Zehra. Bukan hanya tubuhnya yang merasa sakit, tapi psikisnya juga terguncang. Bahkan dokter tersebut mengatakan bahwa Zehra bisa menjadi stres dan kehilangan akal sehatnya, akibat dari penyiksaan kejam yang dilakukan secara bertubi-tubi. Sampai detik ini, Zehra tidak berbicara apapun. Tatapannya kosong, memandang langit-langit kamar. Memang seperti orang yang mengalami depresi. Mendengar hal tersebut, Michaël semakin cemas dan meminta sang dokter untuk tetap tinggal di mansion sambil memantau terus kondisi Zehra. Michaël sendiri bingung harus berbuat apa jika sudah seperti ini. Hal inilah yang sangat ditakutkan oleh Michaël sejak awal. Zehra tidak akan kuat menghadapi kekejaman Athan. Michaël saja tidak mampu, apalagi Zehra. "Dok, apa ada cara untuk mengobatinya?" tanya Michaël. "Ada. Dia harus menjalani terapi penyembuhan psikis dan selama penyembuhan berlangsung, Madame tidak boleh berdekatan dengan siapapun, termasuk Monsieur. Sesuai dengan ceritamu tadi, Monsieur akan menghambat penyembuhan Madame jika mereka saling bertemu. Kusarankan, sebaiknya Madame dibawa ke suatu tempat rahasia yang tidak diketahui oleh siapapun. Mudah-mudahan itu akan membantu penyembuhan Madame," ujar dokter bernama Luca Fernandez itu. Michaël menghela napas berat. Itu pilihan yang sulit untuknya. "Dok, aku tidak keberatan dengan itu semua. Tapi yang menjadi masalah adalah bagaimana memberi alasan pada Monsieur jika dia tahu, Madame tidak ada di sini? Aku tahu bagaimana watak beliau. Dia pasti akan mencari Madame sampai ketemu. Resikonya akan lebih besar." "Aku tahu, Michaël. Tapi, tidak ada cara lain, selain membawa Madame pergi. Jika Madame tetap berada di sini, kupastikan trauma psikisnya akan bertambah dan semakin sulit untuk disembuhkan. Aku juga tidak akan sanggup menanganinya jika Monsieur terus ikut campur dalam penyembuhan Madame. Beliau pasti akan mencari cara agar aku tidak bisa menyembuhkan istrinya." Apa yang diucapkan Luca memang benar. Athan bukanlah manusia yang memiliki hati nurani sedikitpun. Kondisi Zehra justru akan semakin buruk berada di mansion tersebut. Itu sebabnya, Luca menyarankan hal seperti itu demi kebaikan Zehra, walaupun ia tahu resikonya sangat besar. Tapi Luca percaya, Tuhan akan melindunginya dalam membantu seorang wanita yang diperlakukan tidak baik oleh suaminya sendiri. "Michaël, kita tidak punya banyak waktu untuk berpikir. Sekarang ini, Madame sedang membutuhkan pertolongan kita. Apa kau tega melihatnya mati sia-sia karena ulah Monsieur?" lanjut Luca memaksa. "Hhh! Baiklah. Aku akan siapkan mobil dan nanti aku akan meminta bantuan Gilbert untuk membantumu membawa Madame," ujar Michaël lalu bergegas keluar dari kamar. Saat berada di luar, Michaël pun mulai panik karena banyak sekali penjaga di sana. Michaël berusaha sebisa mungkin untuk menenangkan hatinya agar tidak dicuriga oleh para penjaga tersebut. Pria berusia 38 tahun itu berpura-pura pergi menuju ke dapur. Sesampainya di dapur, Michaël menceritakan semuanya kepada Gilbert dan Adèle tentang rencana yang hendak dilakukannya bersama Luca. Michaël memberikan sebotol obat bius cair yang nantinya akan dicampurkan ke minuman. Adèle menerimanya dan bergegas membuatkan minuman baru untuk para penjaga. Tak lupa ia meneteskan obat bius tersebut ke masing-masing minuman. Setelah selesai, Adèle bergegas mengantarkannya ke ruang tamu dan diterima satu per satu oleh penjaga. "Kau tunggu beberapa saat, Gilbert. Setelah itu, kau masuk ke kamarku dan membantu Dokter Luca membawa Madame. Aku akan menunggu di mobil," ujar Michaël pada Gilbert. "Baik, Monsieur." Michaël bergegas keluar menuju pintu samping dan berhasil masuk ke garasi untuk menyiapkan mobilnya. Sementara Gilbert dan Adèle masih menunggu reaksi dari obat tersebut. Obat bius yang diberikan Michaël merupakan obat yang sangat bagus dan tidak diragukan lagi. Hanya dalam hitungan detik, satu per satu penjaga mulai sempoyongan dan tak sadarkan diri di sofa. "Gilbert, sudah waktunya," ujar Adèle. Gilbert mengangguk lalu bergegas menuju kamar Michaël dan berhasil membawa keluar Zehra dengan aman, karena sampai saat ini, Athan belum juga terbangun dari tidurnya. Selanjutnya, Michaël meminta Gilbert untuk melepas memori di setiap CCTV dan menghapus rekaman yang berisikan aksi mereka membawa Zehra pergi dari mansion. Gilbert menyanggupi hal tersebut dan bergegas masuk ke dalam untuk melakukan tugas lainnya. Sedangkan Michaël langsung menginjak pedal gasnya untuk pergi dari sana secepatnya. Entah kemana Michaël akan membawa Zehra pergi bersama Luca. Yang jelas, tempat ini tidak akan pernah diketahui oleh Athan. Michaël juga masih memikirkan alasan untuk menjawab semua pertanyaan Athan nantinya. *** Guadeloupe diapit oleh Samudera Atlantik dan Teluk Meksiko. Jarak yang harus ditempuh sekitar 6.700 kilometer dari pusat pemerintahan Kota Perancis. Di tengah Guadeloupe terdapat Kepulauan Antilles, Amerika Tengah. Jumlah penduduk di Guadeloupe hanya berkisar 399.000 ribu jiwa dan ibukota-nya bernama Pointea-Pitre. Guadeloupe ini juga dikenal memiliki keragaman dan kekayaan, serta maritim. Di tempat inilah, Zehra bersama Luca, sementara Michaël kembali ke mansion setelah mengantarkan Luca dan Zehra ke bandara terdekat. Sesampainya Pointea-Pitre, Luca langsung memesan sebuah penginapan dan menetap di sana sampai kondisi Zehra benar-benar membaik. Beruntungnya, penduduk di sana sangat ramah dan bersedia membantu Luca untuk menyembunyikan Zehra. Salah satu pemilik penginapan bernama Alexa Ferdinand yang berusia 40 tahun. Di penginapan tersebut, Luca benar-benar memantau kondisi Zehra dengan baik. Bahkan ia menghubungi seorang dokter ahli psikis untuk datang ke tempat tersebut dan dokter tersebut bernama Marliana Rodier. Setelah menjelaskan secara detail kondisi psikis Zehra, Marliana pun setuju dan langsung berangkat menuju pulau tersebut. Alexa masuk ke tempat penginapan Luca dan Zehra sambil membawakan beberapa pakaian untuk Zehra. Alexa merasa kasihan melihat wanita malang yang saat ini hanya bisa diam sambil terbaring. Luca memang sudah menceritakan semuanya pada Alexa agar Alexa juga bisa membantunya merahasiakan keberadaan Zehra. Luca tahu, Athan pasti akan berusaha mencari Zehra dan tidak akan menyerah begitu saja. Luca berharap, semoga Tuhan melindungi Michaël yang masih berada di dekat Athan. "Bagaimana bisa wanita malang ini menikah dengan pria sekejam itu?" tanya Alexa pada Luca. Luca menaikkan kedua bahunya. "Yang kudengar, Madame Zehra terpaksa menerima pernikahan ini karena ancaman suaminya sendiri. Wanita malang yang kau lihat saat ini, dulunya adalah seorang model, sebelum akhirnya karir itu hancur begitu saja karena ulah suaminya." "Ya Tuhan. Malang sekali nasibmu, Zehra," ucap Alexa merasa iba. "Lalu, bagaimana jika nanti suaminya berhasil menemukan kalian di sini? Apa itu tidak akan membahayakan keselamatan Zehra?" "Aku juga memikirkan hal itu. Tapi semoga saja, Tuhan selalu melindungi kami, terutama Madame Zehra. Jujur saja, aku sampai menangis melihat keadaannya seperti ini. Aku masih punya Ibu. Saat melihat kondisi Madame, aku jadi teringat pada Ibuku. Untungnya, Ayahku sangat baik pada Ibuku." "Hhh!" Alexa menghela napas berat. "Aku juga teringat pada putriku. Semoga saja, putriku mendapatkan suami yang baik nantinya. Aku tidak bisa membayangkan, betapa menderitanya Zehra selama bersama suaminya. Pasti dia ingin melakukan sesuatu, tapi tidak berdaya." "Hanya Tuhan yang mampu membalas semua kejahatan suaminya, Alexa. Kita sebagai manusia hanya tinggal menunggu waktu saja." Alexa mengangguk setuju. "Baiklah. Kalau begitu, aku permisi dulu. Jika kau butuh sesuatu, hubungi saja aku." "Baik. Terima kasih atas bantuannya," ucap Luca dan Alexa pun bergegas keluar dari sana. To be continue~
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN