Bab 22

1040 Kata
Bug! Tubuh Michaël terjatuh ke lantai karena pukulan keras dari Athan. Pria kejam itu sudah mengetahui semua rencana Michaël yang membawa Zehra pergi. Semua itu terjadi karena Gilbert dipergoki langsung oleh Athan saat hendak menghapus file-file rekaman CCTV. Alhasil, Athan menahan Gilbert beserta Adèle di mansion kedua. Dan disaat Michaël baru tiba di depan pintu utama mansion, Athan langsung menyeretnya dan memukulinya hingga babak belur. Athan memaksa Michaël untuk mengatakan dimana keberadaan Zehra, namun Michaël tetap bersikeras untuk merahasiakannya. Michaël melakukan ini semua demi kesembuhan Zehra. Bug! Athan kembali memukul Michaël di bagian kepala sebelah kiri. Seketika, kepala Michaël mendadak terasa sakit, namun Michaël masih bisa menahannya. Ia harus kuat, tidak boleh lemah hanya karena pukulan tersebut. Michaël berusaha untuk berdiri dan saat Athan ingin memukulnya kembali, dengan seluruh tenaga yang tersisa, Michaël pun menahan tangan kanan Athan. Jangan lupakan kemampuan bela diri Michaël yang jauh lebih kuat dibanding Athan. Bahkan musuh terberat sekalipun pernah dikalahkan oleh pria tampan ini. "Maaf, Monsieur. Saya melakukan ini demi kebaikan Madame. Anda sudah sangat keterlaluan menyiksanya, sampai psikisnya menjadi terganggu. Bahkan tubuhnya tidak dapat digerakkan sedikitpun. Jujur saja, saya tidak tega melihat kondisi Madame yang justru semakin memburuk berada di mansion ini bersama anda. Jadi saya memutuskan untuk mengeluarkannya dari mansion ini di tempat yang aman," ujar Michaël dengan segala keberaniannya. "Oh, ternyata kau sudah berani denganku!" "Maaf, Monsieur. Tapi sudah saatnya saya berbicara mengenai penyiksaan anda terhadap Madame. Sadarilah. Beliau itu istri anda, bukan hewan yang bisa seenaknya anda siksa. Bahkan hewan pun tidak layak untuk disiksa. Harusnya anda bisa membuka mata dan menyayangi beliau sebagai seorang istri. Jika saya tahu niatan anda sejak awal untuk menyiksanya, saya mungkin tidak akan memberikan seluruh informasi tentang beliau pada anda." Athan mendecih sambil berusaha melepaskan cengkeraman tangan Michaël, namun ia tidak sanggup melepasnya. Sudah dikatakan sejak awal, kekuatan Athan masih belum bisa menandingi kekuatan Michaël. Selama ini, Michaël diam hanya untuk menghormati Athan. Tapi tidak untuk kali ini. Bagaimanapun juga, melindungi Zehra adalah tanggungjawabnya. Sejak Athan menikahi Zehra, tugas Michaël tidak hanya melindungi Athan, tapi ia juga harus melindungi Zehra. Itu sudah menjadi sumpahnya. "Saya mohon pada anda untuk tidak mengganggu proses penyembuhan Madame. Beliau sangat tertekan dan kondisinya benar-benar buruk. Apa anda tidak memikirkan soal karma? Bagaimana jika hal itu berbalik menimpa salah satu keluarga anda sendiri? Anda juga harus ingat kutukan Monica yang sudah meninggal. Dia seorang ibu yang merasa frustrasi karena kehilangan dua orang yang dicintai sekaligus, karena perbuatan anda. Maaf jika saya lancang, tapi memang faktanya anda terlalu kejam dan tidak punya rasa kemanusiaan. Sifat anda jauh berbeda dengan Monsieur Chris. Beliau juga ketua mafia, tapi beliau masih punya rasa kemanusiaan. Beliau tidak pernah menyakiti wanita. Beliau juga sangat menghormati kedua orang tuanya," lanjut Michaël. "Diam kau! Jangan pernah menyebut nama pria itu di depanku!" bentak Athan. Michaël tersenyum menyeringai. "Pria itu adalah ayah anda, Monsieur. Bukan orang lain. Beliau yang membesarkan anda. Harusnya anda hormat padanya." "Kau...." Boom! Percakapan mereka terhenti setelah mendengar suara ledakan bom dari arah luar. Michaël yang masih dalam kondisi babak belur pun bergegas keluar untuk melihat apa yang terjadi. Seketika kedua matanya terbelalak karena kondisi halaman depan sudah sangat hancur akibat ledakan bom yang entah darimana asalnya. Beberapa penjaga terluka parah dan bahkan ada yang tewas di tempat. Kepanikan pun mulai menjalar di sekujur tubuh Michaël. Pasalnya, anggota Raid King yang lain sedang berada di Philadelphia untuk melakukan transaksi jual-beli obat terlarang dan wanita. Bagaimana bisa Michaël menghadapinya sendirian. Michaël bisa merasakan firasat buruk akan terjadi di mansion ini. Sementara itu, Athan sudah pergi ke ruangan pribadinya dan mempersiapkan segala macam perlengkapan perangnya. Mulai dari seragam sampai senjata andalannya. Setelah semuanya selesai, Athan kembali ke ruang tamu sambil memanggil Michaël. "Apa strategimu?" "Strategi?" tanya Michaël bingung. Ini terlalu mendadak dan Michaël kesulitan untuk memikirkan hal tersebut. "Saya tidak bisa memikirkannya, Monsieur." "Ya Tuhan! Kau ini bagaimana?! Musuh sudah di depan mata, tapi kau tidak bisa memikirkan strategi apapun! Apa yang ada di otakmu itu hanya Zehra saja, hah?!" Michaël menggeleng. "Tidak, Monsieur. Ini terlalu men...." Tiba-tiba ucapan Michaël terhenti karena suara tembakan dari arah luar. Tembakan itu dilakukan secara brutal dan Michaël benar-benar kehabisan akal. Sedangkan Athan, bersiap untuk keluar menghadapi musuh yang diperkirakan berjumlah lebih dari 20 orang. "Cepat pikirkan strategi apa yang kita lakukan! Aku akan menghadang mereka semuanya!" perintah Athan sambil berjalan keluar mansion. "Ya Tuhan, apa yang harus kulakukan?" Michaël menggumam bingung. Ia tidak tahu harus membuat strategi apa. Satu-satunya cara yaitu melawan langsung dan bersiap menerima segala resikonya, karena anggota mereka tidak cukup untuk melawan musuh. Dengan penuh keyakinan, Michaël bergegas ke kamar, memakai rompi anti pelurunya. Kemudian, ia menyiapkan senjata laras panjang yang memiliki peluru dalam jumlah banyak. Senjata ini memang dikhususkan untuk menghadapi situasi genting seperti ini. Setelah semuanya selesai dipersiapkan, Michaël pun bergegas keluar dan mulai menembaki sejumlah musuh dengan senjatanya. Athan pun terlihat begitu semangat melawan beberapa musuh dengan tangan kosong. Melihat keberanian Athan melawan dengan tangan kosong, Michaël langsung membantu tuannya itu. Tapi sayang, sebelum Michaël sampai di dekat Athan, salah satu musuh sudah menusuk punggung sebelah kanan sebanyak dua kali. Athan pun terjatuh ke tanah sambil berlutut dan memegangi punggungnya. Darah segar sudah mengucur dengan deras. Hal itu langsung membuat Michaël murka dan menembaki para musuh dengan brutal hingga tewas. Athan yang sudah banyak kehilangan darah pun langsung tergeletak di tanah. Beberapa musuh sudah berhasil kabur saat Michaël menembaki mereka dan beberapa korban tewas diabaikan olehnya. Michaël bergegas menghubungi ambulans untuk membawa Athan ke rumah sakit. Luka yang dialami oleh Athan cukup parah, menurut Michaël. Mungkinkah ini kutukan yang dimaksud oleh Monica? Ya. Tapi pasti akan datang kutukan-kutukan lainnya setelah ini. Keberuntungan Athan mulai berkurang dan hal itu dirasakan sendiri oleh Michaël. "Monsieur, bertahanlah," ucap Michaël saat mereka sedang berada dalam perjalanan menuju rumah sakit. "Anda harus kuat." Tapi Athan tidak merespon apapun. Wajahnya sudah sangat pucat dan detak jantungnya semakin melemah, karena pisau yang digunakan oleh musuh sudah bercampur dengan racun yang mampu membuat Athan mengalami kelumpuhan. Salah satu medis berusaha memberikan alat bantu pernapasan agar Athan bisa diselamatkan. Dan setelah tiba di rumah sakit, Athan langsung dimasukkan ke ruang ICU untuk mendapat tindakan lebih lanjut, sementara Michaël menunggu di luar sambil berusaha menghubungi Luca untuk memberitahukan kejadian ini. To be continue~
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN