bagian 9

725 Kata
karena telah makan roti dan sedikit cemilan, Nasya tidak merasa lapar lagi meski sekarang sudah pukul 6 sore sudah hampir gelap. para tetangga yang sangat kepo dengan keluarga Nasya tentu berpura-pura mengantar makanan dan berbagai cemilan demi untuk menggali informasi tentang masalah yang di lakukan Nasya. para tetangga di kampung Nasya ini sudah lebih teliti daripada CCTV, mengapa tidak jika CCTV bisa mati saat listrik padam , tapi para tetangga ini tidak akan melewatkan apapun meski sedang mati lampu, sangat lucu tapi bagi Nasya dirinya sangat tidak senang dengan keadaan itu. neneknya terus menanyai Nasya hingga waktu sudah memasuki hampir pukul 7 lewat, tepat saat neneknya terus mendesak agar Nasya mengaku tentang apa yang tidak dia lalukan maka kini giliran pamannya Ridwan menanyainya, " Nasya, jika kamu tidak bisa berkata jujur maka aku tidak akan segan untuk mukul anak tidak tahu diri seperti dirimu" kata pamannya Ridwan dengan duduk di atas kursi lipat , Paman Ridwan ini adalah anak kesayangan neneknya Nasya, dia juga termasuk anak bungsu dari 3 bersaudara, ayah Nasya adalah yang putra sulung dari keluarga itu, yang satu lagi saat ini berada di luar kota, " paman, jika menurut paman aku aku tidak berkata jujur, maka aku akan bersumpah jika memang aku sudah di tiduri oleh kakek baya dan sekarang aku sudah tidak perawan lagi, maka jika aku berada di lautan aku akan di makan oleh ikan besar dan juga hewan-hewan buas lainya, dan jika aku berada di hutan aku akan di gigit oleh ular besar dan juga di tabrak oleh babi hutan, saat aku berada di atas kendaraan maka aku akan kecelakaan, ini adalah sumpahku bahwa aku memang berkata dengan jujur, aku tidak pernah melakukan hubungan terlarang dengannya" Nasya sudah mengucapkan sumpah itu, di kota itu setiap orang yang telah berbuat salah dan masih berani berbohong , maka dia akan di paksa mengucapkan sumpah seperti yang di lakukan Nasya, jika mereka berbohong maka mereka akan benar-benar mati sesuai dengan apa yang mereka ucapkan, tetapi jika mereka tidak berbohong maka mereka akan baik-baik saja. Nasya tentu berani mengungkapkan bagaimana dirinya memang masih suci, orang yang ada di dalam ruangan itu tidak lagi bertanya pada Nasya karena telah mendengar sumpah itu. Nasya benar-benar tidak menyangka dengan orang tuanya dan juga neneknya, mereka sudah kelewatan dalam menanyai dirinya, masuk kedalam kamarnya Nasya lalu mengambil tas miliknya dan mengisinya dengan beberapa lembar baju dan celana, dia ingin kabur sekarang dia tidak punya tempat di rumah itu Nasya merasa sudah seperti aib untuk orang tuanya. tepat pukul 8 malam nasya pergi dari rumah lewat jendela kamarnya, orang tuanya tidak menyadari itu karena mereka sedang makan malam dan tidak memanggil Nasya, setelah jalan beberapa meter dari rumahnya, ibu Nasya merasakan sedikit sesak dalam dadanya karena bagaimanapun Nasya adalah anak kandungnya, Nasya juga termasuk anak yang berprestasi di sekolah berbeda dengan anaknya yang lain, " Nasya... ayok sarapan nak, kamu belum sarapan dari tadi, nasy..." ibunya membuka pintu kamar dan melihat jika di dalam itu sudah kosong. dia hanya melihat di depan meja belajar milik anaknya itu secarik kertas yang tertulis jelas, " ibu...aku pergi ..tidak perlu mencari aku, jika aku bunuh diri, kalian mungkin akan sedih dan akupun akan mati dengan sia-sia, aku hanya berusaha menjadi wanita mandiri meski mungkin akan sulit seperti yang di katakan ayah padaku dan juga ucapan nenek, anak wanita hanya menjadi benalu dan juga selalu mencari masalah" anakmu Nasya, setelah membaca surat itu, ibunya menjadi histeris sekarang dan memanggil suaminya, " dia mungkin belum jauh sekarang, dia mau kemana lagi pula dia hanya memiliki beberapa sahabat yang kita tahu semuanya, aku akan mencarinya di rumah sahabatnya, anak ini memang selalu membuat masalah nyesal aku dulu menuruti kemauan dirinya untuk lanjut bersekolah jika tahu dia akan berbuat seperti ini" kata ayah Nasya dengan kesal, ibu Nasya hanya menangis tanpa mendengar ocehan suaminya itu, " anakku, maafkan mama sayang" batin ibunya dalam hati, neneknya masih belum tahu jika Nasya pergi dari rumah karena dia sedang ke rumah adiknya untuk bergosip, padahal saat itu sudah menunjukkan pukul 10 malam, nenek Nasya ini selalu kerumah adiknya dengan alasan ingin menonton tv padahal di rumah ada tv, dia sering menggunjing cucunya sendiri terutama Nasya, Nasya bahkan tidak tahu mengapa neneknya sangat benci pada dirinya, tapi untuk kakaknya yang laki-laki dia sudah di manjakan dari kecil oleh neneknya, kakak laki-lakinya bernama Radit dan adiknya bernama yumi dan Susan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN