ayah Nasya mencari Nasya ke rumah teman-temannya yang terakhir di rumah Natan,
Natan sedikit bingung saat di tanya tentang keberadaan kekasihnya itu.
*
*
Nasya sudah sangat jauh dari rumahnya setelah berjalan selama 2 jam lebih, dia bahkan tidak merasakan kelelahan dan juga lapar padahal dia belum sarapan sama sekali,
Nasya lalu di duduk di tepi jalan dekat dengan pohon besar agar saat beristirahat dia tidak di lihat oleh keluarganya,
" mungkin saat ini mereka akan mencari aku, astaga aku lupa aku kan hanya benalu bagi keluarga itu mengapa mereka harus mencari aku" Nasya tersenyum dengan air mata,
*
*
mengapa dia sampai kabur dari rumah?
" kamu mengapa duduk sendiri di sini nak? apakah kamu tidak takut jika nanti ada perompah?" ada seorang wanita paruh baya yang datang dari samping Nasya dan bertanya,
" tidak ma, aku tidak akan lama di sini aku hanya istirahat sebentar" jawab Nasya menoleh pada wanita itu sambil menghapus air matanya,
" apakah kamu menangis? seperti kamu bukan warga sini? dimana rumahmu?"
tanya wanita itu,
" rumahku jauh ma, aku sekarang ingin mencari pekerjaan di sekitar sini" jawab Nasya dengan ragu-ragu.
wanita itu memandangi Nasya dengan seksama kemudian berkata
" apakah kamu seorang pelajar? sepertinya kamu tidak terlihat seperti orang yang ingin bekerja, kamu sangat kurus dan juga kulitmu sangat putih, tentu itu tidak menunjukkan bahwa kamu pernah bekerja kasar"
Nasya hanya tersenyum menatap wanita tua itu,
" ma, setahun yang lalu aku pernah membuat masalah yang mungkin hanya masalah sepele, tapi ayahku tidak terima dengan apa yang aku lakukan itu, dia lalu menunggu aku pulang dari sekolah untuk membuat perhitungan, ibuku yang mendengar aku akan di pukuli olehnya maka ibuku menunggu aku di perjalanan dan membawa aku ke kota ini juga, dia ingin melindungi aku dari ayahku jadi kami masing-masing bekerja, ibuku menjadi asisten rumah tangga sedangkan aku bekerja di sebuah toko kue, kami bekerja selama seminggu dan terpaksa pulang karena ayahku mencari kami dan meminta maaf padaku dan juga ibuku, ibuku tidak bisa jika melihat kami anaknya di pukuli" ungkap Nasya dengan wajah serius pada wanita itu,
wanita itu tersenyum mendengar jawaban Nasya,
" baiklah, kamu boleh ikut dengan diriku karena aku juga sedang mencari seseorang yang mau menjaga toko sembako milikku, apakah kamu bersedia?" tanya wanita itu,
" maaf ma, tapi aku masih ragu karena kita baru saja kenal aku pernah mendengar pesan ibuku waktu kecil ,dia berkata aku tidak boleh mengikuti orang asing ," Nasya masih tetap tersenyum,
" oh saya sampai lupa, nama mama adalah Amel, dan rumah mama ada di dekat gang ujung jalan sana, mama tinggal sendirian karena anak mama hanya dua orang semuanya tinggal di luar kota karena tugas dan juga kerjaan, jika kamu berubah pikiran kamu bisa kesana, aku hanya memperingati kamu nak jika di sini tidak aman apalagi kamu adalah wanita" ungkap mama Amel pada Nasya,
Nasya memang seperti itu jika bertemu dengan seorang wanita yang telah berumur , dia akan memanggilnya mama jika orang itu tidak masalah maka Nasya akan terbiasa tapi jika di tidak suka Nasya akan memanggilnya aunty,
Nasya melihat sekeliling dan mengeluarkan hp miliknya yang ternyata sengaja dia matikan,
" ingin melihat jam, lihatlah sekarang sudah hampir jam 11 malam, ayok ikut saja dengan mama, jika kamu tidak bersedia untuk bekerja maka kamu hanya menginap semalam dan besok kamu bisa mencari pekerjaan lain" ungkap mama Amel sambil menunjukkan hp miliknya yang memang tinggal beberapa menit lagi sudah memasuki jam 11 malam.
Natan melamun seketika saat ayah Nasya menceritakan apa yang telah Nasya alami,
" nasya, aku benaran minta maaf tidak bertanya padamu dan tidak perduli dengan perasaanmu, aku...sangat egois"
Natan bergumam dalam hatinya,
dia lalu teringat bahwa Nasya mungkin membawa hp dan langsung menghubunginya, tapi sudah hampir 10 x mengulang panggilan tetap masih di luar jangkauan,
Natan lalu mengirimkan pesan padanya
" Nasya, maaf atas sikap yang aku lakukan padamu, aku harap kamu bisa memaafkan aku dan mau pulang pada orang tuamu, ayahmu datang ke rumahku dan bertanya tentang kamu, apakah kamu tidak perduli pada ibumu?"
pesan Natan,
setelah menunggu beberapa menit hp Natan berdering dan dia menyangka pesan itu dari kekasihnya Nasya , tapi tertulis di layar itu nama Della,
Natan seketika menghilangkan senyumnya dan merasa akhir-akhir ini dia sedikit kesal pada Della,
Natan lalu menelepon Della karena kesal dengan pesan yang di kirimkan untuknya.
" Della, kamu tahu sendiri kan, Nasya masih kekasihku dan kamu belum tahu kebenarannya, kamu tidak boleh langsung memfitnah Nasya seperti itu aku benar-benar tidak suka, kamu harus tahu kami sudah berteman selama 7 tahun hingga akhirnya kami berpacaran, kamu harus tahu posisi kamu" ungkap Natan yang entah darimana mulai memarahi Della,
"Natan, aku ..hanya memberi tahukan saja kebenaran yang benar padamu, dan juga bukankah siang tadi kamu sudah memutuskan hubungan dengan dia?" kata Della sambil mengepalkan tangannya saat berbicara di telepon,
" sepertinya kamu terlalu mengikuti urusan aku Della, awalnya aku mulai tidak suka pada Nasya karena dia terlalu memberi perhatian padaku, tapi aku salah kamulah yang membuat aku mulai tidak suka padanya dan kamu memanfaatkan kesempatan ini untuk bersama dengan diriku," Natan akhirnya langsung memberikan kata-kata telak tepat mengenai jidat wanita tidak tahu malu itu.