"Natan, kamu tidak perlu mengurusi urusan pribadi ku, meski aku akan mati kamu tidak perlu perduli kita hanya pacaran dan hubungan itu sebatas cinta monyet saja, jangan karena aku terlalu mengejar dirimu hingga membuat kamu besar kepala, aku tidak butuh perhatian dari seorang Natan yang bahkan lebih tua 5 tahun dariku tapi masih seperti anak sebelas tahun, jangan hubungi aku lagi karena kita memang sudah putus, bye..."
isi pesan Nasya untuk Natan,
setelah membaca itu Natan semakin kesal dan juga tidak nyaman untuk hatinya,
memang saat kehilangan lah yang membuat seseorang itu berarti,
Natan mencoba menelepon Nasya tapi tidak di angkat oleh Nasya.
*
*
*
di sisi lain Abang Nasya Sangat geram dengan tingkah adiknya itu,
karena dia pergi dari rumah ibunya terus saja menangis dan matanya sudah sangat bengkak.
" o' ma, sudahlah menangis, anak itu pasti akan kembali besok, dia bahkan tidak memiliki pengalaman apapun di luar sana, paling saat ini dia sedang bersembunyi di rumah temannya, agar mama sedih setengah mati" ungkap Kakak Nasya kesal,
" justru karena dia tidak memiliki pengalaman nak, aku takut adikmu akan terjadi sesuatu padanya
kata ibunya dengan singkat,
Radit sangat kesal dengan adiknya ini hingga dia berjanji jika menemukan adiknya itu, dia tidak akan segan untuk memukulinya.
" jangan coba-coba kamu menyentuh anakku jika kamu menemukan dia, meski kamu adalah cucu kesayangan nenekmu , Nasya adalah anak kesayangan ibu ingat itu Radit"
kata ibu Radit padanya seolah mengerti dengan kata hati anaknya,
mendengar ucapan ibunya Radit seketika menganga karena tidak menyangka ibunya akan tahu pemikirannya,
Radit hanya bisa keluar dari kamar ibunya sambil menghentakkan kakinya,
ayahnya sudah pulang dari rumah teman-teman anaknya,
tapi mereka semua bingung karena saat di sekolah tadi Nasya tidak menunjukkan tanda-tanda aneh hanya sedikit diam saja, karena biasanya Nasya adalah wanita yang ceria dan juga sedikit cerewet namun itu membuat dirinya banyak teman .
Nasya akhirnya mengikuti mama Amel karena memang sekarang sudah sangat sunyi di tempat dirinya duduk,
" ini rumah ibu? astaga ini bahkan seperti penginapan ma ! sangat besar " Nasya sangat kaget saat masuk kedalam rumah mama Amel,
" jangan terlalu berlebihan kalau memuji nak, ini tidak seberapa, yang penting bisa tidur dan tinggal dengan nyaman sudah lumayan bagi mama, oh saya sampai lupa untuk tanya siapa nama kamu?" mama Amel bertanya pada Nasya,
" Aku Nasya.... tidak panggil saja saya ayu ma biar jika ada yang mencariku mama bilang saja tidak kenal," jawab Nasya menyamarkan namanya,
"tidak boleh seperti itu sayang, kamu perlu bertanggung jawab jika nanti di temukan oleh orang tua kamu, anak yang berbakti adalah mereka yang mau memikirkan bagaimana agar ayah ibunya tidak bersedih karena sikapnya, jika nanti orang tua kamu tahu kamu ada di sini, mama tidak mungkin menahan kamu untuk tetap tinggal, tapi jika masalah kamu sudah terselesaikan kamu boleh datang lagi ke tempat mama ini oke sayang," kata mama amel.
Nasya mendengar nasehat mama Amel tiba-tiba mengingat ibunya, dia langsung tertunduk lesu karena kata-kata mama Amel memang benar.