bagian 12

357 Kata
selalu saja Nasya masih merasakan bahwa dirinya sangat tertekan, anak ini memutuskan untuk bekerja di tempat mama angkatnya itu, Nasya tidak bisa tidur semalaman karena telepon dari Natan yang terus menerus mengganggunya, dia ingin mematikan hpnya tapi dia butuh hiburan untuk menenangkan perasaannya yang masih tertekan. * pagi harinya, ayah Nasya terpaksa melapor ke polisi karena kehilangan anaknya, awalnya laporan yang ia lakukan belum bisa di proses karena belum sampai 24 jam anaknya hilang, tetapi setelah pukul 8 pagi polisi sudah bisa melakukan pencarian. awal pencarian yang mereka lalukan adalah dengan mendatangi sekolah Nasya, Natan yang merupakan kekasih Nasya adalah orang yang pertama kalinya di panggil untuk keruangan kepsek, " Natan, semalam kamu dimana? apakah kamu tidak bertemu dengan Nasya ?" tanya pak teguh selaku kepsek, " aku..aku sudah tidak terlalu bertemu dengan Nasya beberapa hari ini, seminggu yang lalu ...dia memang terlihat sedikit aneh, tapi aku merasa dia memang sedang tidak mood" ungkap Natan sambil menunduk, " jika kamu nanti bertemu dengan dia, harap langsung menghubungi kami, ini kontak saya," kata seorang polisi sambil memberikan dia nomor kontak miliknya, " ba baik pak" jawab Natan dengan sedikit gugup, dia merasa bersalah telah menyakiti hati kekasihnya Nasya, di sisi lain, Nasya sedang asyik membaca novel milik mama angkatnya, sambil menjaga toko milik mama Amel. " astaga Nasya, kamu dari tadi belum sarapan,? roti kamu masih utuh sayang, ayok di makan dulu baru lanjut membaca lagi," mama Amel berkata pada Nasya sambil menggelengkan kepalanya, " iya ma, ini sangat seru soalnya seumur-umur aku baru membaca buku yang seperti ini, buku ini bahkan hampir sama dengan yang aku alami," jawab Nasya sambil melipat bagian novel yang ia baca lalu menutupnya dan mulai memakan roti miliknya yang masih ditutup, " benarkan, suamiku dulunya juga membaca novel, hanya saja .. dia terlalu cepat pergi meninggalkan aku," mama Amel tiba-tiba terlihat sangat sedih, " maaf ma jika aku membuat mama mengingat masa lalu mama, aku tidak menyangka bahwa masih ada orang tua seperti ayahku , yang bahkan tidak perduli dengan anak perempuannya," Nasya tidak sanggup menahan air matanya keluar, "sayang, maaf kan mama ya" mama Amel sangat terharu dengan anak angkatnya itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN