Kami berdua serempak menoleh ke arah pintu, di sana muncul Rafael dikawal dua centengnya. Raut wajah Rafael menyeramkan, seperti sedang marah dan matanya berkilat-kilat api kebencian. Rafael melangkah besar-besar menuju Alvin. Kejadiannya begitu cepat Alvin sudah ditarik dan didorong ke kumpulan kursi, sehingga punggungnya menabrak kursi yang bertumbuk ke atas. Alvin tersentak kaget, ekspresinya yang biasa tenang dan dingin lenyap menjadi sosok Alvin yang menyeramkan dan tatapan matanya memandangi Rafael. Aku panik berada di situasi seperti ini. Dua temannya Rafael berjalan maju masing-masing mengapit Rafael. Sesaat mereka hanya saling melihat menebarkan hawa permusuhan dengan tatapan mata. Aku melihat wajah Alvin dari sela-sela kepala Rafael dan Jason. "Raf, lo ngapain sih?" pekikku.

