"Sebenarnya orang yang kami cari tidak hanya membuat masalah di Zenkoi saja. Dia juga berbuat masalah di wilayah lain dan kemungkinan pelaku dari kutukan Great Sleep ini." Leonio berkata dengan wajah serius.
"Benarkah? Bagaimana bisa?"
"Ketika Great Sleep muncul, di saat bersamaan kerajaan kehilangan salah satu artefak berbahaya. Aku, Nona Liem dan Milko menelusuri petunjuk yang ada hingga sampai ke kota Zenkoi. Dari Tuan Guardian kami mendapatkan nama orang-orang ini. Terduga pelaku penyebar kutukan dan teror ke seluruh negeri."
Dominique mengerutkan kening. Dia mencoba mengingat berita apa saja yang disiarkan sehubungan dengan Great Sleep. Tidak ada dalam memorinya membahas mengenai pencurian artefak kerajaan. Pasti kasus seperti ini ditutup-tutupi. Wajar jika kerajaan melakukan itu. Mereka pasti tidak ingin kehilangan muka dengan kekacauan yang terjadi. Sudah cukup permasalahan Great Sleep menjadi beban berat untuk dipecahkan.
'Kalau begitu selama ini adikku ke sana kemari masih jadi babu kerajaan?! Astaga adikku!' batin Dominique kesal.
"Artefak apa yang hilang?"
"Kristal Nekomata."
"WHAT THE MEOWLIN!" Earl Centaurea mengumpat.
Reine mengerjapkan mata. "What the meowlin?"
"Itu umpatan dalam bahasa British Shorthair." jelas Carmen. "Unik ya? Kalau aku yang mengucapkan aku pasti dimarahi."
"Lucunya."
"Ehem." Earl Centaurea membuat fokus mereka kembali. "Maafkan atas bahasa saya tadi. Tolong lupakan yang saya ucapkan."
Ada tanda-tanda merah di wajah Earl Centaurea. Mungkin dia merasa malu telah mengeluarkan umpatan dihadapan tamu. Walau umpatannya sangat lucu didengar, tetap saja itu umpatan. Sebagai seorang bangsawan tentu Earl Centaurea malu menunjukan tutur kata yang kasar. Belum lagi ditambah dia bagian dari Seven Flowers Knights yang Reine yakin menjadi role model untuk orang-orang di dunia ini.
"Tidak apa-apa Tuan. Kami akan melupakannya." hanya itu yang bisa Reine ucapkan. Dalam hati dia tidak akan melupakan meowlin.
"Jadi kau mau bilang Kristal itu ada pada orang yang kalian cari. Leonio, kenapa kau tidak bilang sejak awal?"
"Aku sudah katakan ada hal yang lebih penting untuk dibahas dibanding cerita legenda. Kau yang tidak mau dengar."
Dominique ingin cemberut kalau bisa. Memang dia yang mulai bercerita tentang kisah Seven Flowers Knights. Tetap saja rasanya tidak enak kalau diingatkan seperti itu oleh adikmu sendiri. Maka yang dia bisa untuk melampiaskan kekesalannya hanya mencubit pipi Leonio. Adik bungsunya itu membuat wajah datar tidak bereaksi.
"Berarti itu menjawab siapa orang yang menyerang kalian. Ah benar-benar. Tidak adakah hal yang lebih normal untuk dilawan dibanding orang tidak dikenal dengan kristal terkutuk di tangan. Kesalahan apa yang generasi ini lakukan hingga dapat cobaan sebesar ini."
Orang yang mendengar Earl Centaurea mengatakan itu pasti akan merasa Tuan ini sudah sangat tua. Kesannya Earl Centaurea sudah hidup lama dan tidak habis pikir karma buruk yang menimpa anak cucunya. Eh tunggu dulu, kalau seperti itu berarti generasi sebelumnya juga bersalah dong.
"Maka dari itu kami mencari tahu orang-orang ini. Kami tidak ingin melawan musuh tanpa mengenalnya lebih dulu." Leonio melepaskan pipinya dari kekejaman tangan Dominique. " Kau sungguh tidak tahu kedua orang itu, Jada dan Wyman."
"Sungguh aku tidak pernah dengar nama itu. Kalau pernah aku juga tidak akan menutupinya darimu."
Suara ketukan datang dari pintu. Mereka semua menoleh otomatis ke arah pintu. Suara seorang laki-laki meminta masuk. Dia menyatakan memiliki keperluan dengan Earl Centaurea. Tuan tersebut tentu saja mempersilakannya masuk.
Laki-laki dengan setelan jas formal masuk. Bagi Reine yang pernah berkutat dengan hal berbau anime menganggap setelan itu mirip dengan setelan butler sebuah keluarga ternama. Sangat sesuai dengan Earl Centaurea. Orang itu memberi hormat dengan menyilang satu tangan di dadanya dan membungkuk. Dia kemudian bersimpuh di depan Earl Centaurea yang masih duduk di sisi Leonio.
"My Lord, maafkan saya mengganggu Anda. Ada keadaan mendesak."
Tuan Dominique mengangguk kecil. Dia memberikan clue agar tuan tidak tahu namanya siapa ini melanjutkan laporannya. Reine bisa melihat ada sedikit perubahan pada pembawaan Earl Centaurea. Kalau tadi sedikit santai. Kali ini terlihat lebih serius.
"Ada seekor monster yang muncul di bagian barat Gorgonia. Orang yang dikirim ke sana melaporkan tidak bisa menanganinya."
"Monster apa yang sampai pengawalku tidak bisa tangani?"
"My Lord, seluruh tubuh monster itu dipenuhi es beku layaknya duri. Dia mengeluarkan uap dingin dari napasnya. Siapa yang mendekatinya membeku. Monster ini muncul dari sisa-sisa runtuhan salju kemarin. Dia sudah bergerak dari tempat munculnya sejauh lima kilometer."
"Sudah berpindah sejauh itu kau baru melaporkannya padaku."
Nada suaranya tidak naik. Namun penuh dengan amarah tertahan. Reine sekarang mengerti kenapa Tuan Hunter tidak pernah menaikan nada suaranya saat dia kesal. Mungkin dia belajar dari kakaknya.
"Sebelumnya sudah ada laporan kalau monster itu sudah ditangani. Jadi kami tidak tahu kalau sudah berpindah tempat sejauh itu."
"Siapa yang menangani monster itu pertama kali?" wajahnya sangat seram untuk dilihat. Gabungan marah dan kecewa ada di raut wajahnya.
"Senior Oyn yang menanganinya My Lord."
"Anak itu." gerutunya. " Apa ada korban?"
Tuan butler ini menelan ludah dulu sebelum menjawab. "Senior Oyn dan satu pengawal yang dia bawa. Ada dua penduduk lagi yang dikabarkan meninggal karena beku."
Earl Centaurea memejamkan mata menahan emosi dan kesedihan. Dia berdiri dan menyuruh butler tadi untuk ikut bangun.
"Maaf tuan-tuan dan nona. Ada hal yang harus saya tangani."
"Earl Centaurea, jika diperbolehkan saya ingin ikut membantu untuk menangani monster ini. Saya mungkin tidak sehebat Tuan Hunter. Tapi saya berpengalaman hidup di Pegunungan Icezan saat bersama guru saya. Mungkin ini salah satu monster yang pernah saya temui di sana."
Earl Centaurea terlihat menimbang apakah akan membawa serta orang luar atau tidak. Masalah monster di daerah Gorgonia selama ini selalu ditangani oleh dirinya dan orang-orang mansionnya. Tidak pernah dia melibatkan orang luar dalam masalah wilayahnya.
"Bawalah Tuan Guardian bersamamu. Skill yang dia punya tidak akan mengecewakanmu." Leonio berucap.
Kalau Leonio yang mengatakan hal itu, dia mau tidak mau percaya. Leonio tidak akan melebih-lebihkan kemampuan seseorang. Objektivitasnya tinggi membuat pendapatnya berkualitas. Earl Centaurea menatapnya sekali lagi. Tuan Guardian memberinya senyum halus. Hal yang mengingatkan Dominique pada pemuda cemerlang bernama Ren yang sama-sama diajar Master Liu Fengying.
"Baiklah Tuan Guardian silakan ikuti saya. Pembicaraan ini akan kita lanjutkan nanti."
Setelah Earl Centaurea keluar bersama Tuan Guardian, Reine berpindah mendekat ke tempat Milko.
"Psst, Tuan Hunter, kau sengaja ya meyakinkan Earl Centaurea membawa Upuy. Sebenarnya kau khawatir ya sama keselamatan kakakmu. Benar kan?" Godanya dengan wajah menyebalkan.
Leonio memutar bola matanya. Dia menarik selimutnya tinggi hingga menutupi tubuhnya dan anak kucing di sampingnya. Tangannya membentuk gestur jangan berisik.
"Pergi sana. Jangan ganggu orang sakit."
Reine cemberut diusir seperti itu. "Tuan Hunter menyebalkan."