Reine tidak pernah berpikir bahwa dia akan memiliki kesempatan untuk bertemu Raja Osmond. Bertemu dalam mimpi saja tidak. Dia memang penasaran dengan segala hal yang ada di dunia ini. Tapi rasa penasarannya masih wajar. Sudah cukup sibuk mengkhawatirkan keadaan nenek dan anak-anak Catyzokan.
Reine menatap raja kucing cukup lama dengan wajah takut. Oke, dia sama sekali tidak mengira dipanggil ke sini untuk mencari sesuatu. Apalagi sesuatu seperti artefak kerajaan yang sangat berharga. Kedengaran dari namanya saja benda itu pasti sangat ber sih nilai. Tenggorokan Reine mendadak kering seketika.
'Kristal? Apa tadi Raja menyebutnya Kristal neko-neko something? Astaga apalagi itu.'
"Yang Mulia saya turut prihatin mendengar kabar bahwa Anda kehilangan artefak berharga dari kerajaan ini. Tapi Yang Mulia, tanpa maksud menyinggung, mohon pertimbangkan lagi Yang Mulia, karena saya hanya manusia biasa." saya tidak punya keistimewaan apapun adalah kata yang tidak diucapkan Reine.
"Justru karena kau manusia biasa jadi aku meminta bantuan padamu."
"Yang Mulia, Anda pastinya masih punya banyak orang-orang kompeten di kerajaan Anda. Jendral, prajurit atau apapun itu dalam bidang militer yang bisa bertarung dan melacak sesuatu. Mereka pasti pilihan yang lebih baik dibanding saya."
Sang raja menggeleng. Wajahnya berubah sedih. Dia menatap cangkir tehnya yang sudah dingin.
"Satu-satunya Jendralku yang tersisa hanya Jendral Kan. Jendral lainnya terkena efek The Great Sleep. Aku tak bisa memintanya pergi. Selain karena aku membutuhkannya di sini. Jendral Kan seorang praktisi sihir gelap. Dia tidak bisa berada dekat Kristal Nekomata."
"Um, kalau dia praktisi ilmu sihir gelap, kenapa tidak bisa?"
Kalau alasannya karena dia satu-satunya Jendral yang available sekarang, Reine mengerti. Tapi kalau dia punya ilmu sihir lain, kenapa tidak? Ayolah raja jangan setengah-setengah jika memberi alasan.
"Tujuh ratus tahun yang lalu, ada sebuah keluarga kucing bernama Bong. Mereka terkenal dengan karena seluruh anggota keluarganya menjadi mage. Sang anak bernama Bong Hui sangatlah ambisius. Dia sangat mencintai kekuatan. Hingga dia mempelajari satu teknik sihir gelap yang membuat kekuatannya berlipat-lipat. Seluruh anggota keluarganya ikut mempelajarinya dan mereka jadi semakin terkenal di Nekoroyaume."
"Sayangnya hasil dari teknik yang mereka pelajari merusak hati dan pikiran. Mereka semakin haus kekuatan dan berbuat anarkis terhadap klan lain. Mereka tidak segan membantai orang yang melawan mereka hingga orang-orang memberi julukan sebagai Keluarga Kucing Iblis. Sampai pada akhirnya semua klan mage yang ada di masa itu bergabung untuk mengalahkan mereka. Keluarga Kucing Iblis berhasil dikalahkan dan disegel di gunung terpencil."
"Sepanjang keluarga Bong menjadi keluarga paling ditakuti, mereka menciptakan tiga artefak yang sangat berbahaya. Buku terlarang yang berisi mantra-mantra jahat, cermin pelepas roh dan kristal Nekomata. Dari dua di antaranya hilang dan tinggal kristal Nekomata yang ada. Sesuai musyawarah kristal itu disimpan oleh kerajaan untuk dijaga."
"Kristal Nekomata dibuat dari darah dan airmata tujuh mage terkuat dari tujuh ras kucing. Warnanya putih gradasi merah berbentuk tubuh kucing yang memiliki dua ekor. Kristal itu memiliki kekuatan sihir yang besar. Konon kristal itu memiliki sihir gelap tingkat tinggi yang bisa membelah gunung. Bong Hui menggunakannya sekali untuk menghancurkan kuil selatan beserta gunung yang berpijak dibawahnya."
Reine merasa ngeri mendengarnya. Tiga artefak berbahaya yang dibuat sebuah keluarga gila kekuatan. Terdengar sangat tidak menyenangkan. Pilihan namanya saja sudah mengerikan. Kecuali kristal Nekomata, itu terdengar keren.
"Karena kekuatan kristal itu dan godaan yang dimilikinya, sangat tidak dianjurkan praktisi sihir gelap berada di dekatnya."
"Ah, saya mengerti sekarang. Tapi kalau memang sangat berbahaya, kenapa sebelumnya tidak dihancurkan saja?"
"Sudah dicoba. Terlalu berbahaya untuk menghancurkannya. Backlash yang ditimbulkan bisa membunuh orang dalam radius satu kilometer. Seperti itu pun tetap tidak berhasil hancur."
Uh oh, Reine jadi mengingat suatu novel yang mirip dengan cerita ini. Sang tokoh utama membuat sebuah senjata terkuat di dunianya lalu diperebutkan orang-orang serakah. Mereka memfitnah tokoh utama itu untuk kejahatan yang tidak dia lakukan sampai membuatnya gila dan berakhir bunuh diri. Tapi ini sangat berbeda karena keluarga yang diceritakan raja memang pada dasarnya jahat.
Tapi apa benar mereka sejahat yang diceritakan? Berdasarkan pengalaman Reine membaca berbagai macam novel fantasi, seorang penjahat yang dikatakan 'sangat jahat' sebenarnya tidak benar-benar jahat. Jika ditinjau dari timelinenya, keberadaan keluarga kucing iblis sangat tua dan mungkin sudah dianggap seperti legenda. Tujuh ratus tahun lalu kan tadi raja bilang. Kadang orang-orang terlalu melebih-lebihkan cerita yang sampai membuat legenda yang jauh dari kisahnya. Jika pun ini sejarah asli, tetap ada kemungkinan kebenaran yang dipelintirkan. Lagipula cerita sejarah ditulis oleh pemenang.
Lalu apa Reine punya bukti kalau cerita itu tidak asli? Tentu saja tidak. Dia baru pertama kali mendengarnya. Otaknya hanya terlalu penasaran dengan detailnya. Teknik apa yang keluarga itu gunakan? Kejahatan apa saja yang sudah mereka lakukan sehingga ditakuti? Terlebih yang utama, kenapa dari semua hal buruk yang terjadi di dunia ini, raja terlalu fokus pada artefak nekomata yang hilang itu dibandingkan yang lain? Masalah pembunuhan saja sudah tidak dia bahas lagi, Gusti!
"Apa raja berpikir kristal nekomata yang menyebabkan ini semua?"
"Tidak dalam arti benda itu yang menyebabkan Great Sleep. Karena secara kronologis Great Sleep datang lebih dulu sebelum kristal menghilang. Sekarang penyihir kerajaan dan penyihir-penyihir lain di Nekoroyaume jatuh tidur. Aku yakin pencurinya bukan makhluk sembarangan. Pencuri ini pasti makhluk sakti yang sedang merencanakan kekacauan yang lebih besar."
"Tapi apakah pencuri dan pembuat teror orang yang sama? Maksud saya kita tidak punya petunjuk pasti kalau mereka orang yang sama. Jika dilihat dari serangkaian kejadian yang anda katakan, belum ditemukan dalang sebenarnya. Bisa jadi mereka orang yang berbeda."
"Nona Liem, Anda ternyata sangat kritis. Aku sangat senang mendengarnya." senyum raja. "Mungkin mereka orang yang sama, mungkin juga berbeda. Kita tidak akan tahu sampai kita menemukan kristal itu kembali."
Reine menahan diri memutar bola matanya kesal. Pada akhirnya kembali lagi ke awal. Raja sepertinya tidak akan mundur sampai dia mengatakan iya untuk mencari kristal itu.
"Kau pasti bingung kenapa aku memintamu untuk mencari kristal itu. Sejujurnya aku mendapat sebuah mimpi setelah mengetahui kristal itu menghilang. Dalam mimpi itu ada seorang manusia yang masih sangat muda di sana. Kita memang belum pernah bertemu sebelumnya. Tapi karena kedatanganmu yang tidak biasa ke dunia ini, aku yakin kaulah orangnya." jedanya sejenak.
"Aku yakin mimpi itu juga bukan sekedar mimpi. Tapi penglihatan dari Sang Dewi bahwa hanya seorang anak manusialah yang bisa menyelamatkan Nekoroyaume. Satu-satunya manusia yang baru datang ke Nekoroyaume dan masih sangat muda hanya dirimu Nona Liem. Maka dari itu aku mohon dengan sangat bantuanmu." matanya terlihat memelas.
Reine merasa hatinya goyah.Masa dia kalah dari tatapan memelas laki-laki tampan. Murahan sekali kesannya.
"Yang Mulia, saya tidak mengetahui banyak dunia ini apalagi mengenai kristal yang Anda maksud. Bagaimana mungkin saya mencarinya sendiri?"
"Tentu kau tidak akan sendiri. Tuan kecil ini akan ikut bukan?" matanya bergerak ke arah Milko.
Anak kecil itu menatap raja dengan mata besarnya. Sejak tadi dia diam saja karena tidak diajak bicara. Dia merasa nyaman dengan berada di samping Reine yang hangat. Sekarang raja mengajaknya bicara. Milko hanya memiringkan kepalanya ke arah Reine bingung.
"Um, Yang Mulia, Anda tidak sungguh-sungguh kan? Dia masih kecil. Jika pencarian ini berbahaya, saya tidak mungkin membawanya."
"Tapi dia calico jantan. Prajurit Guo sudah mengeceknya. Dia mengatakan anak ini bisa ikut."
"Yang Mulia, saya masih tidak mengerti."
"Oh maaf. Aku pikir kau sudah tahu. Calico jantan itu sangat langka. Kelahirannya bisa satu banding seribu kelahiran di setiap negara. Jadi anggapan kalau kelahiran calico selalu betina di dunia manusia itu tidak benar. Mereka ada tapi dalam jumlah yang sangat sedikit. Di dunia ini, Calico jantan terkenal memiliki kekuatan sihir yang besar. Teman kecil kita di sini memiliki bakat itu."
Reine menoleh cepat ke arah Milko.
"Milko punya sihir?"
Milko menggeleng keras hingga rambutnya bergoyang-goyang.
"Mungkin tidak terlihat sekarang. Tapi akan di kemudian hari. Bakat sihirmu tidak muncul sekarang membuatmu terhindar dari kutukan Great Sleep. Mungkin ada alasan kenapa bakat sihir tuan kecil tidak muncul lebih awal. Mungkin pertanda dari Sang Dewi akan sesuatu yang besar. Jika tuan kecil ini menemani Nona Liem, saya yakin bakatnya akan muncul kepermukaan."
"Tapi... tapi..." Reine masih mencoba menolak.
"Tuan kecil, Anda mau kan menemani Nona Liem berpergian? menjaganya dari orang jahat?"
"Yang Mulia!" protes Reine.
Reine memeluk Milko di sisinya. Dia berusaha melindunginya dari tatapan raja. Dia menggelengkan kepala.
"Yang Mulia, tolong jangan libatkan dia."
Milko yang masih ada dipelukan Reine memikirkan kembali kata-kata raja. Perkataan pergi bersama Reine dan menjaganya dari orang jahat terus terngiang. Pelukan Reine begitu hangat. Jika Reine pergi dia tidak bisa mendapatkan ini lagi. Jika terjadi sesuatu saat Reine sendirian, dia tidak bisa lagi bertemu dengan Reine.
"Milko ingin pergi bersama Reine."
"Milko..." melas Reine.
Raja Osmond menepuk tangannya sekali.
"Kalau begitu sudah ditetapkan. Tuan kecil ikut bersamamu mencari Kristal Nekomata." katanya penuh kemenangan.
"Yang Mulia, apa Anda tidak meminta pendapat saya dulu tentang ini semua? Tentang pergi mencari artefak Anda." balasnya dengan rahang mengeras.
"Apa Nona ingin menolaknya? Jika saja aku bisa, aku akan mencarinya sendiri. Tapi aku tidak bisa terlalu lama berada jauh dari istana. Semua Empat Penjaga Pilar jatuh tertidur. Hanya aku saja saat ini yang memiliki kekuatan sihir besar untuk menjaga pelindung Nekoroyaume tidak jatuh. Jika kristal itu dibiarkan hilang, kita tidak akan tahu bencana apa lagi yang akan datang. Bahkan mungkin para manusia kuciing yang tertidur tidak bisa dibangunkan. Apa Anda ingin seperti itu?"
Raja Osmond tidak punya banyak pilihan saat ini. Selain karena pelindung Cat Realm, masih banyak alasan lain. Alasan diplomatik misalnya. Jika dunia musuh tahu Nekoroyaume sedang melemah, mereka tidak segan menyerang.
Jadi dia tidak punya pilihan selain memberi mandate pada Reine.
Reine masih meragukan dirinya sendiri untuk tugas ini. Ditambah raja mengikutsertakan Milko. Sanga licik meminta pendapat anak kecil yang belum berpikir dewasa untuk mengambil keputusan. Pikiran Milko pasti sederhana hanya ingin terus bersamanya. Tapi apa dia juga bisa menolaknya?
Bayangan wajah Owi, Dodo dan balita yang mulai dia panggil Didi terlintas. Wajah tertidur mereka yang normal tapi sangat menyakitkan karena tidak juga bangun. Juga wajah nenek yang belum bisa dia jenguk setelah masuk rumah sakit. Apa yang akan nenek katakan di saat seperti ini? Apa dia akan mendengarkan kata raja dan langsung mengiyakan permintaannya begitu saja? atau dia menolak karena mereka masih kecil di matanya?
'Nenek pasti akan memilih yang kedua. Nenek tidak sejahat itu padaku. Bahkan aku yang sudah sembuh saja masih dilarang melakukan ini itu di rumah.'
Pada akhirnya dia tidak bisa menolak permintaan raja. Dia tidak punya kekuatan untuk menolaknya. Dia juga ingin semua kembali normal. Anak-anak bangun lagi seperti biasa dan menyapanya.
"Kalau begitu istirahatlah hari ini Nona Liem. Aku sudah meminta pelayan menyiapkan kamar untuk kalian beristirahat. Kita bisa membahas ini lagi besok."
Dengan itu raja mengantar mereka keluar. Pengacara Park sudah menunggu mereka. Dia mengantarkan Reine dan Milko ke satu ruangan. Malam itu Reine ingin kabur jika bisa. Karena tidak bisa, dia hanya bisa tidur dengan memeluk Milko erat.