Berubah Menjadi Remaja

1295 Kata

Buru-buru aku pergi ke kamar mandi untuk mencarinya. Namun sebelum meraih handle pintu, aku bertabrakan dengan tubuh seseorang. "Raisen, kamu dari mana saja?" tanyaku langsung menahan lengannya. "Aku mandi dan ganti baju, Aya. Aku bisa melakukannya sendiri," ujar Raisen dengan bangga. Seutas senyuman terukir di sudut bibirnya. Ah, tunggu dulu, Raisen benar-benar bisa melakukannya sendiri. Dia sudah memakai kaos polo berwarna putih lengkap dengan celana panjang. "Raisen, lain kali jangan bertindak sembarangan. Kenapa nggak membangunkan aku? Bagaimana kalau kamu jatuh atau terluka?" tanyaku beruntun. Raisen membeku sebentar. Wajah tampannya yang semula ceria berubah menjadi penuh kesedihan. Aku baru sadar bahwa aku memarahinya terlalu keras karena panik. "Kenapa Aya marah? Aya nggak s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN